Nasional

Impor Vaksin Jalur Multilateral, Bea Cukai Soekarno-Hatta Berikan Pelayanan Profesional

“Terhadap impor vaksin ini, sama seperti sebelumnya, diterbitkan Surat Keputusan Menteri Keuangan mengenai Fasilitas Fiskal, yaitu pembebasan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) seperti PPN dan PPh Pasal 22 Impor. Fasilitas fiskal yang diberikan, berkisar sebesar 51,7 milyar rupiah,” ujar Finari, dalam keterangannya, Rabu (28/4/2021).

Kepada rekanan awak media melalui saluran resmi Sekretariat Presiden, Retno menjelaskan, vaksin ini diperoleh melalui jalur kerja sama multilateral pemerintah Indonesia dengan berbagai Badan dan Lembaga Internasional di antaranya Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UNICEF, Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), dan berbagai pihak internasional lainnya.

“Terjadinya gelombang baru di banyak negara, juga ditemukannya varian baru, mendorong kebutuhan dunia akan vaksin semakin meningkat. Ini merupakan ikhtiar dari pemerintah yang berdiplomasi dengan pihak internasional. Kami menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai atas pelayanan yang profesional, dan seluruh instansi terkait yang telah memberikan dukungan dalam wujudkan kesetaraan akses vaksin yang aman, bagi semua masyarakat Indonesia,” jelas Retno.

Vaksin yang telah diperiksa selanjutnya langsung diberangkatkan ke Laboratorium PT Bio Farma yang berlokasi di Bandung dengan dikawal oleh TNI dan Brimob Polri. Pelayanan percepatan impor vaksin ini kembali menegaskan keseriusan Bea Cukai dalam menanggulangi pandemi Covid-19 di Indonesia. (ipo)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button