Nasional

Gagal Paham dengan Swasembada Pangan

Berdasarkan data prognosa kebutuhan dan produksi oleh Kementerian Pertanian, terdapat tiga komoditas yang produksinya masih defisit. Pertama adalah kedelai defisit sebanyak 644.000 ton dengan perkiraan produksi 803 ribu ton sementara kebutuhan 1,4 juta ton.

Daging sapi dan kerbau pun defisit sekitar 115 ribu ton di mana produksinya mencapai 211 ribu ton dan kebutuhan sekitar 329.000 ton. Lalu kacang tanah masih defisit 118 ribu ton.

Sebagai semangat dan cita-cita, swasembada pangan harus terus digelorakan. Swasembada pangan, bukanlah hal yang tidak mungkin untuk diwujudkan. Indonesia, memiliki kesempatan untuk meraih nya.

Bukti nyata nya, kita mampu menghipnotis warga dunia dengan kisah sukses menjadi negeri yang mampu berswasembada beras. Pertanyaan nya adalah bagaimana dengan komoditas pangan lain yang sekarang ini masih kita impor? Termasuk beras, yang kini harus kita impor lagi.

Memilukan sekali. Kita kembali ke masa sebelum proklamasi swasembada beras. Lalu, bagaimana langkah konkrit untuk menekan impor bahan-bahan diluar beras? Inilah yang penting untuk dibincangkan.

Upaya menghilangkan impor daging sapi atau kedele dalam kamus perdagangan dunia, rasa-rasa nya sangat sukar untuk diwujudkan dalam waktu yang relatif singkat. Untuk memulai nya kita butuh perencanaan yang matang dan didukung data yang berkualitas.

Perencanaan yang baik tentu tidak akan mancapai tujuan yang diinginkan, bila tidak ditopang oleh penganggaran yang layak. Itu sebab nya politik perencanaan dan politik anggaran, menjadi kata kunci pokok dalam menggapai swasembada pangan.

Swasembada Pangan, baik pemaknaan, kebijakan dan program nya, sebaik nya dipahami betul oleh para pengambil kebijakan di Pusat dan Daerah. Hal ini penting diutarakan agar mereka tidak gagal paham dengan swasembada pangan. Bayangkan, mau dibawa kemana bangsa ini, bila ada pemimpin nya yang salah kaprah dalam menafsirkan suatu paradigma. Apalagi bila hal itu, bartalian dengan urusan pangan.*

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button