Nasional

NU Banten: Jozeph Paul Zhang Tidak Dewasa dalam Beragama

Tetapi di sisi lain, perkataan yang dilontarkan Jozeph melalui media sosial ada bagian otokritik untuk umat muslim, perihal cara berdakwah sebagian penceramah. Hal ini harus jadi evaluasi untuk kalangan umat.

“Ada betulnya, apa yang disampaikan itu dari sisi, tidak semua salah yang disampaikan Jozeph, ada juga sebagai otokritik terhadap kita. Bahwa pesan penegakan hukum di situ kurang adil, itu sudah jelas kok. Dalam hal ini bukan membela Jozeph ya, tapi ibroh (hikmah) harus diambil. Ada orang tertentu yang dakwahnya menghina orang lain, ya itu betul. Itu sebuah tantangan kenapa nggak ditangkap. Kalau hal itunya ya harus jadi bahan evaluasi semua,” terangnya.

Ia mengaku tidak aneh ada orang yang mengaku-ngaku nabi. Sebab dalam catatan sejarah, sejak Rasul diutus nabi yang terakhir (ke 25), ditemukan kasus yang sama dengan mengaku nabi utusan Tuhan.

Berita Terkait

Ia memprediksi, pengakuan semacam utusan Tuhan, bahkan hingga kiamat pun akan tetap ada. Faktornya adalah tidak ada kedewasaan dalam beragama.

“Kalau faktornya pertama historis yang mungkin banyak dilupakan orang. Orang yang mengaku nabi sejak Rasul dulu ada. Ada yang menyamar Isa, nabi Musa juga ada. Samapi setiap zaman itu selau ada. Bia jadi pemicunya adalah ketidakdewasaan dalam beragama. Seolah menjadi pemilik agama, bukan pemeluk agama,” jelasnya.

Salah satu cara meminimalisir kegaduhan pengakuan nabi ini, lanjut dia, pihak kepolisian harus adil dalam menentukan perkara hukum. siapapun yang prilakukan berpotensi membuat permusuhan dan intoleran, harus disikapi tegas tdak boleh diabaikan berlarut-larut.

“Kalau saya meghimbau umat islam tidak terprovokasi. sekali lagi semacam orang semacam ini akan ada sampai kiamat juga. Seperti halnya juga ada mazhab akan berlaku sampai kiamat. Maka kita memilih bersikap arif membangun kemaslahatan, tidak terpengaruh omongan seperti itu,” tuturnya. (son)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button