Nasional

Dukung KSPN, Brantas Abipraya Garap Borobudur Jadi Wisata Kelas Dunia

Menambah kenyaman pengunjung nanti, di Gerbang Salaman-Kembanglimus ini juga akan dilengkapi dengan tempat pengolahan sampah dengan teknologi TPS3R yaitu sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sebagai solusi dalam mengatasi persoalan sampah dan dampak yang ditimbulkannya, khususnya di kawasan wisata. Melalui TPS3R ini, tidak hanya persoalan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah yang dapat dikurangi, namun juga dihasilkan produk-produk yang bernilai ekonomis dari sampah yang diolah tersebut.

Dengan banyaknya fasilitas di sini, nantinya gerbang ini juga akan menjadi Rest Area – Community Kembanglimus. Lokasi ini dikembangkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat di Desa Kembanglimus, bersinergi dengan Balkondes Kembanglimus yang ada disebelahnya. Gerbang yang keempat, adalah gerbang penanda dari arah Purworejo yaitu Gerbang Klangon yang lokasinya berjarak kurang lebih 9,5 KM dari Candi Borobudur.

“Iya semoga dengan adanya gerbang penanda pada titik-titik strategis yang dibangun sesuai identitas Borobudur ini, nanti dapat mempermudah para wisatawan agar semakin terarahkan dengan jelas jalan masuk menuju Borobudur,” imbuh Dwi.

Mengukuhkan posisinya sebagai salah satu BUMN konstruksi terbaik di Indonesia, Brantas Abipraya juga dipercaya untuk melakukan Penataan Jalur Aksis Budaya: Mendut – Pawon – Borobudur. Skup pengerjaannya pun meliputi pembangunan Jembatan Pejalan Kaki Kali Elo, Jembatan Pejalan Kaki Kali Progo, Jalan Lingkungan Permukiman Bojong, Jalur Pejalan Kaki Tepian Kali Progo, Koridor Jalan Balaputradewa serta Penataan Sendang Lanang dan Wadon Wanurejo.

Tidak sampai di situ, dalam pengerjaan penaataan kawasan Borobudur ini, BUMN yang mengawali portofolionya pada tahun 1980 dengan mengerjakan proyek induk pengembangan Sungai Brantas di Jawa Timur ini juga ditugaskan untuk mengerjakan Area Concourse – Borobudur dan Plataran Plaza Penerima.

“Kami (Brantas Abipraya) akan selalu menerapkan budaya BUMN yaitu AKHLAK, tentunya dalam penuntasan proyek ini harus didasari dengan nilai-nilai di dalamnya seperti Amanah, berpegang teguh pada kepercayaan yang telah diberikan kepada kami, fokus menyelesaikan dengan mengutamakan mutu, kualitas serta K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), dan dapat selesai tepat waktu,” pungkas Anas. (adv)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button