Nasional

Wirausaha Pangan Masa Depan Pertanian Indonesia

Terbukti banyak pemuda-pemuda terdidik saat ini yang menjadi pelopor dalam usaha pertanian. Ini adalah contoh nyata bahwa pertanian tidak identik dengan kotor dan kemiskinan, apalagi ditunjang dengan mekanisasi dan inovasi pertanian yang menjadikan pertanian menjadi lebih modern dan menjanjikan.

“Dalam Program YESS generasi muda akan ditingkatkan kapasitasnya melalui pendekatan penyuluhan, pelatihan, dan pendidikan, agar nantinya dapat menjadi wirausaha ataupun pekerja yang andal dan mandiri di sektor pertanian,” ujar Dedi.

Program YESS menargetkan sejak program ini dimulai hingga 5 tahun ke depan sebanyak 120.000 pemuda pedesaan di wilayah lokasi Program YESS yang akan menjadi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) akan difasilitasi untuk selanjutnya dapat terjun dan berkiprah dalam dunia usaha pertanian.

Berita Terkait

Mengingat besarnya angka target CPCL yang akan diintervensi oleh Program YESS, Idha Widi Arsanti, Direktur Program YESS, terus mendorong peningkatan CPCL di wilayah Program YESS.

Saat ini jumlah CPCL Program YESS sampai dengan 10 Maret 2021 sebanyak 38.624, angka tersebut tentunya masih jauh dari target yang ditentukan, sehingga masing-masing wilayah lokasi Program YESS harus terus bekerja keras untuk mendapatkan CPCL sesuai target, bahkan harus melebihi angka target.

Dampak Meluas

Program YESS diharapkan bisa menjangkau semakin banyak anak muda yang dapat menerima manfaat, dampaknya pun akan kembali daerah masing-masing, paling tidak akan meningkatkan pendapatan asli daerah.

Ketika akan melakukan intervensi ke CPCL maka dipastikan setiap Business Development Services–Provider (BDSP) memiliki kesiapan yang matang, karena nantinya akan menunjang kebutuhan pelatihan bagi CPCL, sehingga sebelumnya dilakukan uji tuntas di masing-masing Provincial Project Implementation Unit (PPIU).

Selanjutnya diadakan kegiatan startup workshop yang bertujuan untuk melihat kembali kesiapan dari BPP/P4S atau PLUT sebagai tempat yang nantinya akan menjadi lokasi CPCL menerima pelatihan atau mendapat intervensi.

Secara periodik program YESS akan road show langsung ke BDSP, salah satunya di wilayah Maros. “Kami akan melatih staf BDSP untuk menjadi fasilitator dan mentor yang akan menularkan ilmunya kepada CPCL. Setelah mendapatkan pelatihan kita akan dorong mereka untuk membuka usaha perbankan jadi ada tahapannya, tapi paling tidak pelatihan awal terkait dengan pelatihan keuangan, pelatihan teknis bisa dilakukan segera,” kata Arsanti.

Arsanti berharap semua elemen masyarakat dapat disentuh sehingga terdapat keadilan terkait CPCL program YESS. Diharapkan ke depan CPCL dapat terus memperhatikan kesetaraan gender dengan ratio 50 persen perempuan, memperhatikan masyarakat tradisional karena akan dikenalkan pada teknologi, suku/adat setempat, masyarakat dengan kebutuhan khusus, TKI/ migran, putus sekolah SMA, serta bagi mereka tidak memiliki lahan karena kita akan fasilitasi terkait penggunaan lahan.

Selain itu pelaksanaan kegiatan YESS tidak hanya menyasar pada intervensi CPCL tetapi juga membangun kelembagaan berbagai institusi pemerintah, mulai dari tingkat pusat sampai daerah.

Semua berharap seluruh elemen kelembagaan mendapatkan manfaat Program YESS, sebagai contoh BPP dan P4S bisa mendapat bantuan alat, ditingkat Dinas mereka mendapat pelatihan pengadaan dan keuangan, ditingkat Polbangtan dan SMKPP mampu meningkatkan Teaching Factory, selain itu para dosen berperan sebagai Master of Trainer, dan sebagainya.

Seluruh upaya tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha muda pangan di tanah air sekaligus mencerahkan sektor pertanian Indonesia. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button