Nasional

Proses Seseorang Jadi Radikal Sangat Rumit

Lebih lanjut Amira menjelaskan, proses seseorang menjadi radikal itu sangat rumit. Dia lebih memilih menggunakan istilah ekstremisme. Sebab, jika seseorang merasa tidak nyaman dengan situasi demokrasi saat ini, dia akan mencari ideologi lain atau menjadi ekstrem sehingga melakukan kekerasan.

“Bisa karena alasan personal atas ideologi yang dipilihnya, karena ada propaganda politik yang menarik. Bisa juga pengaruh kekecewaan terhadap situasi politik, etika para elit politik yang buruk. Sehingga menyebabkan publik menjadi apatis, kecewa, tidak percaya, terhadap demokrasi dan menjadikan radikalisme/ektremisme sebagai jalan alternatif,” ungkapnya.

“Kenapa menjadi tidak percaya demokrasi bisa jadi karena ada penegakan hukum yang tidak konsisten, penegakan hukum yang tebang pilih. Situasi ini memang sangat kompleks,” imbuhnya. (yah)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button