Nasional

Pascateror, Jaminan Keamanan dari Panglima TNI Bergema dari Timur Indonesia

Sementara itu di Manokwari, Papua Barat, panglima TNI menutup kegiatan peninjauan pengamanan di Gereja Katolik Immanuel Sanggeng.

Dalam kegiatan peninjauan pengamanan itu, Hadi memeriksa pasukan gabungan TNI/Polri yang siaga di areal rumah ibadah, serta menemui dan berbicara langsung dengan pengurus gereja.

Di Gereja Immanuel dan Gereja Kathedral Hati Yesus Maha Kudus, keduanya berada di Makassar, serta di Gereja Katolik Immanuel Sanggeng, Hadi menyempatkan waktu menyapa jemaat dan meyakinkan mereka bahwa bahwa situasi tetap aman.

Berita Terkait

“Setelah kami terbang dari Jakarta (untuk) mengecek kesiapan keamanan di Makassar dan hari ini saya mengecek kesiapan di Manokwari, semua dalam kondisi baik. Artinya, anggota TNI/Polri sudah bergerak untuk memberi rasa aman (kepada masyarakat),” kata Hadi Tjahjanto kepada jemaat gereja di Manokwari, Sabtu (3/4/2021) dilansir Antara.

Ia lanjut meminta para jemaat agar tidak lagi cemas dan takut karena anggota TNI/Polri selalu siaga menjamin keamanan di seluruh daerah di Indonesia.

Untuk pengamanan Hari Paskah dan memelihara ketertiban pascateror, TNI/Polri membentuk Posko Komando Taktis (Poskotis) di sejumlah daerah yang diyakini rawan. Setidaknya, ada empat sampai enam posko yang siaga di tiap provinsi, kata Hadi menerangkan.

Bantuan masyarakat

Terlepas dari adanya pengerahan pasukan TNI/Polri, Panglima TNI tetap berharap tokoh masyarakat dan tokoh agama ikut membantu menjaga keamanan serta memelihara persatuan di daerah masing-masing.

Harapan itu ia sampaikan langsung kepada para tokoh agama di Papua dan Papua Barat pada pertemuan di Manokwari, Papua Barat, Sabtu (3/4/2021).

“Saya melihat para tokoh agama di Papua Barat dan Papua sangat penting untuk bisa mengambil peran bersama masyarakat dengan aktif untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif, tenang, dan damai, penuh persaudaraan,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Para tokoh agama juga punya kemampuan mencegah perpecahan, termasuk di antaranya yang disebabkan oleh paham-paham radikal terorisme. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh tokoh dan umat beragama untuk memelihara persaudaraan dan menghindari kegiatan yang mengarah pada perpecahan antarkelompok masyarakat.

Hadi berpendapat tokoh masyarakat dan tokoh agama punya dua fungsi penting buat masyarakat. Tokoh masyarakat, ia mengatakan, memiliki kemampuan sebagai penggerak bagi masyarakat agar mereka bertindak sesuai aturan hukum, sementara tokoh agama punya kemampuan mempengaruhi berbagai kelompok warga agar tetap bersatu.

Dua fungsi tersbeut sentral dan sebagai motor penggerak yang dapat dimanfaatkan oleh TNI/Polri dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI dari segala aspek ancaman.

Oleh karena itu, ia menekankan komunikasi dan koordinasi antartokoh masyarakat dan tokoh agama bersama TNI/Polri perlu selalu diperkuat. Jika komunikasi antarpihak telah kuat, maka kerja sama atau kolaborasi pun akan lebih mudah dibuat ke depan.

Pernyataan panglima TNI perlu jadi renungan bersama bahwa upaya melawan teror dan perpecahan bukan hanya jadi urusan anggota TNI/Polri, karena usaha itu merupakan ikhtiar bersama yang harus dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dengan demikian, terlepas dari adanya jaminan keamanan dari TNI/Polri sebagaimana telah disampaikan berulang kali oleh panglima TNI, upaya membuang rasa cemas dan takut terhadap ancaman teror juga perlu datang dari masing-masing warga yang waspada dan senantiasa mawas diri terhadap situasi di sekeliling mereka. (aro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button