Nasional

Mentan Stabilkan Harga Gabah Sumsel

Sukarta mengatakan penggilingan padi miliknya merupakan produsen beras terbesar di Sumsel. Pembelian gabah tak hanya mencakup wilayah Sumsel, tapi juga hingga Lampung sehingga beras yang dihasilkan sangat banyak.

“Gabah yang masuk 1.000 ton perhari dan kapasitas giling 600 ton perhari. Beras yang kami jual sudah dalam kemasan. Saat ini kami hanya pasarkan di Sumsel hingga Jambi dan Riau,” ungkapnya.

“Dan kami menyambut baik permintaan Pak Menteri Pertanian untuk kita lalukan ekspor beras. Kita siap wujudkan,” pinta Sukarta.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman, Suwandi menuturkan, Kementerian Pertanian melalui tim terpadu Gerakan Serap Gabah Petani bersama mitra yakni Bulog, PT. RNI dan penggilingan padi terus mengawal dan mengoptimal serap gabah petani agar harga stabil atau menguntungkan petani. Tak sampai di situ, sesuai arahan Mentan SYL, beras hasil panen raya 2021 ditargetkan dapat menembus pasar ekspor.

“Kementan fokus tingkatkan produksi, menjaga harga dan hingga ekspor untuk menjamin harga tetap stabil dan pertanian semakin maju. Sumsel salah satu daerah yang menjadi perhatian utama. Kita dorong penggilingan agar harga gabah petani bagus,” ujarnya.

Perlu diketahui, produksi padi Sumsel pada 2020 mencapai 2,74 juta ton GKG atau setara 1,57 juta ton beras dan terjadi surplus 622.306 ton beras. Adapun potensi panen Januari-April 2021 Provinsi Sumsel seluas 405.404 hektar dan luas panen bulan April ini mencapai 84.216 hektar. (arm)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button