Nasional

Pembelajaran Tatap Muka di Antara Kerinduan Orang Tua, Murid, dan Guru

Lebih lanjut Mendikbud menjelaskan, saat sudah selesai divaksinasi satuan pendidikan wajib memenuhi daftar periksa sekolah mulai layanan embelajaran tatap muka secara terbatas. Namun ketika pelaksanaannya ada yang terkonfirmasi positif, maka pembejaran tatap muka harus dihentikan sementara.

Secara teknis pelaksanaan Mendikbud menjelaskan, untuk sekolah SMA,SMK serta SMP dan SD ruang kelas diisi 18 begitupun SKh dan PAUD maksimal lima peserta didik. “Semua warga belajar wajib memakai masker dan cuci tangan. Untuk kantin dan eskul belum diperbolehkan,” tegas Mas Nadiem.

Untuk memenuhi harapan dan standar arahan dari Mendikbud, sebaiknya pemerintah daerah perlu keseriusan dan memiliki pedoman konkret tentang kerinduan masyarakat untuk Pembelajaran Tatap Muka ini segera dilaksanakan.

Program Simulasi proses pembelajaran tatap muka selama masa Pandemi Covid-19 harus mendapat perhatian serius dari seluruh stakholder pendididkan sebagaimana masyarakat sudah mendambakan PBM ini berlangsung.

Sebab hal tersebut bisa menjadi membuka peluang dan kesempatan dari para pengambil kebijakan dan seluruh komponen masyarakat secara lebih luas agar sama-sama ikut terlibat dalam merumuskan PTM yang efektif dan aman bagi keselamatan warga belajar.Karena sejatinya keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi di saat pandemi ini.

Sungguh, situasi Pandemi Covid-19 yang masih menjadi ancaman keselamatan warga negara membuat kita semua menjadi gamang dan tentu saja jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka untuk tidak saling menyalahkan.

Untuk itulah, saya kira pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota tetap harus memberikan keterlibatan secara aktif kepada Masyarakat melalui sumbang saran yang terbuka, dan harus memiliki kesiapan skenario yang terbaik.

Saya sebagai warga, sebenarnya menginginkan Program Pembelajaran Tatap Muka bisa dilaksanakan di tahun ajaran baru pada Juli 2021.

Sebab ada sebuah kerinduan yang tak terkatakan bahwa sejatinya pola pendidikan di sekolah secepatnya bisa berjalan secara wajar dan alami. Ini agar pola interaksi siswa, guru, warga belajar yang terlibat serta peran orang tua bisa optimal dalam mencerdaskan generasi bangsa di era Revolusi Industri 4.0 dalam menghadapi tantangan masa depan.

Untuk itulah, menurut hemat saya, peran keterlibatan orang tua dalam menentukan daring atau luring sangat penting dalam suatu pembelajaran tatap muka di sekolah. Apakah orang tua mengizinkan Pola Belajar Daring Atau Luring. Hemat saya, Izin orang tua sangat penting sebagai bukti kesetujuan dan ikut bertanggungjawab dalam sebuah pembelajaran tatap muka.

Namun itu kita harus bersabar dan menunggu arahan selanjutnya dari gubernur, bupati, dan wali kota melalui Dindikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan). Apakah pembelajaran tatap muka bisa dilanjut atau ditunda? Masih tergantung dari situasi Pandemi covid-19 yang belum juga reda.

Kita semua RINDU melihat keceriaan dan semangat anak bangsa dalam mewujudkan harapannya untuk kemajuan bangsa.

Semoga kita sehat selalu! (*)

*Praktisi Pendidikan, Banten

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button