Nasional

Atasi Hama, Kementan Ajak Petani Gunakan Musuh Alami

Sebagaimana diketahui, dalam ekosistem alami, tanpa campur tangan manusia, hama dapat dikendalikan oleh musuh alami, yang didefinisikan sebagai serangga yang secara aktif mencari, memangsa maupun memarasit dan membunuh serangga-serangga hama.

Secara umum, ada dua kelompok musuh alami, yakni predator dan parasitoid. Predator, serangga atau hewan lainnya seperti tungau dan laba-laba yang memangsa serangga atau hama. Parasitoid, serangga pada fase pradewasa (larva) bersifat parasit terhadap hama dan fase dewasanya (imago) hidup bebas di alam dengan nektar bunga sebagai sumber makanannya.

Kegiatan SL IPDMIP mendorong petani daerah irigasi melakukan pengendalian hayati, yang diawali sejak 1200 SM, oleh petani China yang memakai semut rangrang (oocophylla smaragdina) untuk mengendalikan kutu pada tanaman jeruk dan tanaman kurma.

“Petani harus mengubah paradigma pemberantasan hama ke pengelolaan hama dan penyakit secara terpadu. Dari ekobiologi hama, kendali hama lebih tepat sasaran tanpa merusak ekosistem,” kata Yulia T.S. selaku person in charge (PIC) dari IPDMIP di NTT dan NTB.

Yulia TS menambahkan, alternatif pengendalian ramah lingkungan dengan membuat pestisida nabati, bahannya mudah ditemukan di sekitar kita seperti daun mimba, mahoni, rimpang kunyit, buah maja dan urin ternak.

Nastap, Kasie Penyuluhan Pemkab Dompu mengatakan bahwa kegiatan SL IPDMIP 2021 dilaksanakan di Poktan Nangakara Utama diikuti 25 orang pada Sabtu (27/3/2021) difasilitasi oleh penyuluh dan sejumlah pihak terkait. (ibs)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button