Nasional

Pendiri Ingin Demokrat Kembali sebagai Partai Modern dan Terbuka

Masih segar dalam ingatan Max, usai Kongres Pertama Partai Demokrat di Bali 2005 kemudian dilanjutkan dengan diselenggarakannya Musyawarah Daerah (Musda) di provinsi dan Musyawarah Cabang (Muscab) di kabupaten/kota. Berbondong-bondong para Gubernur dan Bupati masuk memimpin, mengambil posisi menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC).

“Dan tidak ada yang mengusik mempertanyakan, kapan kepala daerah yang bergabung ke Partai Demokrat pada saat itu, membuat KTA? Oleh karena sejatinya Partai Demokrat memang berasaskan Partai Modern dan Terbuka,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagai akibat sinergisitas putra-putra terbaik itulah, mulai dari kepemimpinan nasional dan bergabungnya putra-putra terbaik di masing-masing daerah maka Partai Demokrat menjadi pemenang di Pemilu 2009.

“Pasca 2009, selanjutnya berubah menjadi babak baru, setelah Anas Urbaningrum digantikan SBY menjadi Ketua Umum produk KLB di Bali 2013, dan putranya Edy Baskoro Yudhoyono tetap menjadi Sekretaris Jenderal. Maka mulai saat itulah masyarakat menyetempel Partai Demokrat adalah Partai Keluarga,” ungkapnya.

“Maka inilah yang melandasi kader Partai Demokrat menggugat melalui Kongres Luar Biasa (KLB) jilid 2,” lanjut Max. (nas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button