Nasional

Indonesia Harus Tingkatkan Teknologi dan Kemampuan Industri Pertahanan

Sementara dalam hal pengembangan teknologi pertahanan yang meliputi penguasaan teknologi kunci sebagai program prioritas, kata Herindra, disesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan perkembangan teknologi terbaru. Dengan langkah strategis itu diharapkan dapat mendorong pengembangan industri nasional dalam pengembangan produk pertahanan.

“Diperlukan pengembangan produk Industri Pertahanan yang strategis dan memiliki teknologi tinggi yang melibatkan lebih dari satu industri pertahanan, sehingga dalam pengembangan jangka panjang akan membentuk Ekosistem Industri Pertahanan,” kata dia.

Dengan tumbuhnya industri pertahanan, tidak hanya membawa dampak langsung kepada pemenuhan kebutuhan alutsista dan pendukung alutsista saja, namun akan menjadi pijakan bagi pengembangan industri nasional lainnya yang secara akumulatif akan meningkatkan kemampuan perekonomian Bangsa Indonesia dalam aspek perindustrian.

Sementara itu terkait dengan pengembangan pertahanan siber, dia mengungkapkan Kementerian Pertahanan sebagai pemuncak sektor pertahanan terus melakukan upaya pembangunan sistem pertahanan siber yang solid, guna menjawab tantangan disrupsi teknologi saat ini. “Revolusi industri 4.0 memperluas dimensi pertempuran, yang terdiri dari dimensi darat, laut, dan udara ke dimensi ruang angkasa dan ruang siber (Network Centric Warfare),” kata dia.

Menyikapi hal tersebut, Kemhan terus menyesuaikan sistem pertahanan nasional yang dimiliki dengan era digitalisasi saat ini. Kemhan juga memfokuskan perhatian terhadap peningkatan kapabilitas SDM siber, agar siap dalam menghadapi tantangan yang ada. (wib)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button