Nasional

Bisnis Properti dan Agrobisnis Cocok Dikembangkan di Tahun Kerbau Logam

“Sebenarnya, untuk memahami makna simbol-simbol dalam budaya Tionghoa itu harus mempelajari berbagai cabang ilmu. Namun, yang dibahas setiap kali merayakan Imlek selama ini, hanya merupakan gambaran umum saja. Jadi, tidak hanya memaknai simbol binatang setiap tahunnya, tetapi juga jam, hari dan tanggal juga sangat berpengaruh,” ujarnya.

Iwan menegaskan, shio dalam tradisi Tionghoa, tidak melulu menjadi penentu nasib seseorang. Kemalangan atau kemujuran sendiri harus dilihat berdasarkan tahun, bulan, tanggal dan jam kelahiran seseorang.

“Ada beberapa hal yang perlu diwaspadai dan dijaga pada tahun kerbau logam ini yakni lebih rajin menjaga kesehatan dengan banyak berolahraga. Waspada dengan air khususnya untuk shio naga dan kuda. Shio yang tidak menguntungkan (ciong) di tahun ini adalah kerbau, naga, kambing, anjing dan kuda,” ujarnya.

Iwan mengatakan, Imlek itu bukan soal agama melainkan soal budaya. Perayaan Imlek di Indonesia sudah terakulturasi dengan budaya lokal.

“Dalam tradisi Tionghoa, sehari sebelum perayaan Imlek, harus membersihkan rumah. Pada malam Imlek, sedikit bergadang, lampu dinyalain, lampion dan lain-lain. Pada budaya Tionghoa, penuh dengan simbol-simbol. Makanan yang disiapkan saat Imlek harus serba manis, menghindari rasa asam, pahit dan kecut. Maknanya supaya hidup terhindar dari rasa pahit dan persoalan,” ujarnya.

Kue yang biasa dihidangkan saat Imlek, lanjut Iwan, seperti kue lapis legit, maknanya agar rezeki berlapis-lapis. “Warna yang sering digunakan adalah merah dan kuning emas. Itu lambang kemakmuran,” ujarnya. (dam)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button