Nasional

Petani Senang, Biaya Produksi Food Estate Sumba Tengah Rendah

Senada dengan Dominggus dan Joni, petani bernama Michel berharap agar pemerintah mengembangkan food estate di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi lebih luas dan masif. Apalagi, kata Michel Kabupaten Sumba Tengah adalah lokasi subur, dimana sektor pertaniannya masih memiliki potensi yang sangat besar.

“Di sini rata rata petani sekarang bisa menanam lebih cepat dan lebih efisien. Artinya kesejahteraan mereka juga mulai naik. Apalagi biasanya saya menghabiskan 6 juta dari olah tanam sampai panen. Kalau sekarang kami dapat bantuan pupuk gratis. Jadi kami rasakan betul bantuan pemerintah. Secara pribadi saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada Kementan. Kami sangat bersyukur atas karunia Tuhan karena melalui Kementan kami terbantu,” katanya.

Michel yang juga seorang tenaga harian lepas, berkisah dulu mereka harus antre menggunakan traktor, maklumlah di Kabupaten Sumba Tengah hanya ada 10 unit traktor yang digunakan sesuai antrean. Namun setelah program Food Estate muncul, petani bisa lebih cepat bertanam.

“Dulu kami karena antre terlalu panjang, kadang gagal bertanam karena terlanjur masuk musim kemarau dan air kering. Kini bulan januari kami sudah selesai olah tanah dan tanam,” kata Michel.

Mengenai hal ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, keberhasilan program food estate tak lepas dari arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan pemerataan pangan di seluruh Indonesia.

“Kita harus mempersiapkan ketahanan pangan nasional. Salah satunya membangun food estate pada lokasi yang terkonsentrasi, sebagai upaya yang bisa dilakukan untuk pengadaan padi, jagung dan ternak. Lahan disini 5 ribu hektare dan akan ditambah menjadi 10 ribu. Semoga kita mampu menghadirkan ketahanan kita lebih kuat,” tutupnya. (arm)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button