Nasional

DPR: Buku Pelajaran Jangan Memuat Situs dengan Jelas

“Kita sering sekali mendengar buku-buku sekolah yang bermuatan porno atau muatan yang kurang pas, bahkan bisa setiap bulan. Artinya apa? Kemendikbud jangan merilis buku sebelum mendapatkan hasil pengecekan. Ini kami pertanyakan? Jelas fungsi pusat kurikulum dan perbukuan (Puskurbuk), Kemendikbud belum optimal,” ungkapnya.

Sebagai fungsi pengawasan, menurut Dede, peran pemerintah semestinya mengetahui dampak buku saat dirilis ke masyarakat. “Kalau sekolah kan hanya membeli apa yang sesuai kebutuhan mereka. Jadi Kemendikbud harus mengecek isi atau konten dalam buku, sebelum dirilis,” ucapnya.

Upaya penarikan buku yang mencantumkan situs bermuatan pornografi oleh dinas, masih ujar Dede, sebagai langkah yang kurang tepat. Karena akan menimbulkan kerugian pada pembiayaan hingga pengulangan pembelajaran bagi siswa. Ke depan, menurutnya, harus ada penguatan di bidang pengawasan. Agar kasus serupa tidak berulang.

“Itu (quality control) penting, harus diperkuat, agar buku sesudah dirilis tidak menuai polemik di masyarakat,” ujarnya.

“Dinas pendidikan cukup hanya meninjau ulang dan menyampaikan kepada pemerintah daerah untuk melarang buku beredar kembali sebelum ada revisi. Kan itu hanya 1 atau 2 kata saja yang tidak pas,” imbuhnya. (nas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button