Nasional

Inilah Strategi Vaksinasi Warga Daerah Terluar-Terpencil

 

Terkendala cuaca ekstrem

Proses distribusi vaksin yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) bersama Satgas Covid-19 ke seluruh pulau terluar juga mendapatkan tantangan yang tidak ringan.

Berita Terkait

Meskipun jumlah vaksin yang dikirimkan terfokus bagi tenaga kesehatan masih terbatas, namun hal itu tidak mengurangi rintangan yang terjadi.

Dengan semangat, komitmen berbalut kerja keras, prosesi pendistribusian ke puluhan pulau terluar akhirnya mampu diselesaikan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pangkep dr Nurlia Sanusi mengatakan untuk pengiriman terakhir ke dua pulau terluar yakni Pulau Liukang Kalmas (Kalukuang Masalima) dan Pulau Pamantauang Kecamatan Kalukalukuang, telah dilakukan Senin (8/2) dan jadwalnya tiba pada Selasa malam ini.

Adapun jumlah vaksin yang dikirimkan sebanyak 265 dosis dan selanjutnya disebar ke empat puskesmas yang ada di dua pulau tersebut.

Adapun sasaran penerima vaksin di masing-masing puskesmas yakni Puskesman Kalmas (74 dosis) Puskemas Tangaya (75 dosis), Puskemas Sailus (56 dosis vaksin) dan Puskesmas Pamantauan sebanyak 60 dosis atau penerima vaksin.

Keterlambatan pengiriman menuju dua pulau terakhir itu karena beberapa kendala. Seperti kondisi cuaca ekstrem yang terjadi serta keterbatasan kapal yang menuju ke pulau-pulau terluar yang ada di Pangkep.

Dalam pendistribusian vaksin ke pulau terluar, Dinkes dan satgas memilih menitipkan ke kapal yang akan berangkat ke pulau-pulau membawa keperluan bahan pangan bagi masyarakat.

Sehingga satgas memiliki harapan besar pada saat memasuki vaksin tahap ketiga untuk masyarakat luas, kondisi cuaca sudah baik sehingga pemilik kapal juga tidak ragu berlayar demi membuka akses transportasi antarpulau.

“Untuk strategi pengiriman dan proses vaksinasi kepada masyarakat umum pada tahap ketiga akan tetap berpatokan dengan apa yang kita lakukan saat ini (vaksin nakes) ,” ujarnya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan mengatakan program vaksinasi Covid-19 khususnya di daerah pulau terpencil mengalami perlambatan karena terkendala cuaca ekstrim.

Pemkab Kepulauan Selayar juga mengeluhkan sulitnya proses pengiriman vaksin ke pulau-pulau terluar di daerah itu di tengah kondisi cuaca ekstrem.

“Jadi Kabupaten Selayar saja agak telat (jadwal vaksinasi) karena transportasi pengiriman vaksin itu memang menunggu kondisi cuaca membaik,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sulsel dr Nurul AR.

Meskipun mengalami kendala, namun pihaknya akan terus berupaya agar program vaksinasi pada tahap pertama yang diprioritaskan kepada para tenaga kesehatan ini dapat rampung sesuai target.

Apalagi sesuai rencana atau target, pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat itu sudah harus selesai akhir 2021 atau awal 2022.

Untuk tahap pertama ditargetkan rampung pada pekan ketiga Februari. Selanjutnya masuk tahap 2 sampai April.Setelah itu baru fokus untuk masyarakat luar hingga awal 2022. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button