Nasional

Gedung Disdik DKI Akan Jadi Ruang Isolasi Covid-19

Pemprov DKI Jakarta telah menambah tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU dalam penanganan Covid-19 di 101 rumah sakit (RS) rujukan, namun berdasarkan data terakhir pada 31 Januari 2021 tingkat keterisiannya masih di sekitar 80 persen.

Berdasarkan data dari Pemprov DKI Jakarta pada Selasa ini, untuk tempat tidur isolasi saat ini sejumlah 8.081 dengan persentase keterisiannya sebesar 80 persen, dengan total pasien isolasi sebanyak 6.439 orang.

Sedangkan, untuk tempat tidur ICU saat ini sejumlah 1.116 unit yang memiliki persentase keterisian sebesar 79 persen, dengan total pasien ICU sebanyak 886 orang.

Atas dasar itu, Pemprov DKI berencana menambah lima rumah sakit swasta dan enam hotel untuk menangani pasien Covid-19. Untuk RS menangani pasien dengan keluhan ringan, sedang hingga berat, sedangkan hotel menampung pasien tanpa gejala.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, pihaknya tak bisa menargetkan kapan penambahan lima RS swasta itu bisa terlaksana. Sebab, kata dia, rumah sakit harus menyiapkan seluruh peralatan dan tenaga kesehatan khusus penanganan Covid-19.

“Kami nggak bertarget karena selain menambah RS, kami juga menambah tempat tidur di RS yang sudah ada. Kemudian yang paling sulit adalah SDM (sumber daya manusia), tapi saat ini sudah diberikan kemudahan untuk mendapatkan bantuan SDM,” kata Widyastuti di Balai Kota DKI pada Kamis (28/1/2021).

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta Gumilar Ekalaya mengatakan, enam hotel tersebut sebetulnya sudah siap digunakan untuk tempat isolasi pasien tanpa gejala. Hanya saja kendala yang ditemukan adalah jumlah tenaga kesehatan yang masih terbatas.

Karena itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk menyiapkan tenaga medis. Nantinya mereka akan ditugaskan menjaga dan merawat pasien selama menjalani isolasi di hotel tersebut.

“Untuk tenaga medis saat ini kan masih kekurangan yah, jadi kami masih menunggu tenaga medis yang akan stay di hotel-hotel tersebut. Karena di setiap hotel untuk OTG itu harus tetap ada dokter dan perawat yang berjaga,” ujar Gumilar. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button