Nasional

Menristek: Industri Farmasi Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Vaksin Dalam Negeri

“Teknologi ke masa depan harus semakin canggih. Jadi setiap kebutuhan di masa depan kita bisa langsung kembangkan vaksin lebih cepat,” katanya.

Ia mengakui, ada kendala pada sisi hilirisasi. Di Indonesia baru ada satu industri farmasi yang mampu memproduksi vaksin. Itu pun hanya mampu memproduksi dua platfom vaksin sinovac dan vaksin yang dikembangkan Eijkman.

“Industri vaksin harus kuat dan mandiri. Kebutuhan kita 270 juta. Kebutuhan tidak akan berhenti jadi penelitian kita harus kuat,” tegasnya.

Ia menyebut, kebutuhan vaksin di Indonesia sebanyak 370 juta vaksin. Sementara industri farmasi dalam negeri hanya mampu memproduksi 250 juta vaksin. “Jadi harus ada peran industri farmasi lainnya. Dan tantangan ini harus kita selesaikan tahun 2021,” ucapnya. (nas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button