Nasional

Milad 20 Tahun, BAZNAS Kuatkan Visi Melayani dan Mensejahterakan Umat

Prestasi yang ditorehkan para pimpinan BAZNAS periode lalu telah memperkokoh peran BAZNAS dalam mengelola zakat nasional. BAZNAS secara konsisten berhasil menaikkan penghimpunan sebesar 30 persen setiap tahun dengan menitikberatkan pada kepercayaan publik.

Pada 2020, BAZNAS RI berhasil meningkatkan penghimpunan ZIS sebesar 30 persen dari tahun sebelumnya, meskipun tengah dalam masa krisis akibat pandemi Covid-19. Sepanjang 2020, BAZNAS menghimpun dana ZIS sebesar Rp385,5 Miliar sedangkan pada 2019, penghimpunan mencapai Rp296 Miliar. Pada 2020, BAZNAS telah membantu 1,5 juta jiwa dalam berbagai program yang dilaksanakan melalui program-program unggulan di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

Berdasarkan hasil riset Peta Zakat dan Kemiskinan Regional DI Yogyakarta, DKI Jakarta dan Banten oleh Puskas tahun 2020 menunjukkan, berbagai program penyaluran zakat BAZNAS RI tersebut telah berhasil mengurangi kemiskinan. Zakat yang diberikan kepada mustahik dengan mengacu pada standar kemiskinan BPS, telah berhasil mengentaskan 35 persen mustahik fakir dan miskin atau sebanyak 13.202 jiwa. Sebagian darinya, BAZNAS RI berhasil mentransformasikan 1.576 mustahik menjadi muzaki atau berpenghasilan di atas nishab zakat sebesar Rp4,6 juta/ KK/ bulan.

Pada riset tersebut dalam skala nasional, dampak dari program zakat yang dikelola oleh 535 Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) telah mengentaskan mustahik dari garis kemiskinan BPS sebanyak 126.704 jiwa dan mentransformasi mustahik menjadi muzaki sebesar 9.024 jiwa.

Efektivitas zakat dalam upaya pengentasan kemiskinan juga dapat dibuktikan dari angka penurunan kemiskinan periode September 2018 hingga September 2019, yang turun menjadi 880.000 jiwa. Zakat berkontribusi terhadap 126.704 jiwa atau sebesar 16 persen dari upaya pengentasan kemiskinan tersebut dengan penggunaan dana zakat sebesar Rp. 6,4 Triliyun atau hanya 1,6 persen dari total dana pengentasan kemiskinan pemerintah.

Target Rp 50 Triliun oleh BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/ Kota dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) jika terealisasi pada 2025 akan berdampak signifikan bagi kehidupan mustahik.

Selama lima tahun ke depan, BAZNAS juga akan mendorong regulasi yang dapat mengoptimalkan pengelolaan zakat secara nasional. Hadirnya regulasi dari pemerintah akan makin menguatkan BAZNAS dalam perannya dalam menyejahterakan umat.

Mokhamad Mahdum mengatakan, BAZNAS mencanangkan dapat mengelola perzakatan nasional melalui manajemen berkualitas, Sistem manajememn berbasis ISO di BAZNAS RI dapat dikembangkan di BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/ Kota serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk menjamin manajemen berkualitas terlaksana di OPZ seluruh Indonesia.

Ia mengatakan, pengelolaan zakat harus transparan, menjalankan prinsip-prinsip akuntabilitas sesuai perundangan yang berlaku dan diaudit oleh kantor akuntan publik yang independen. Selain mengacu pada perundangan yang berlaku, BAZNAS juga menguatkan asas kepatuhan syariah pada seluruh pengelola zakat di Indonesia sehingga pengelolaan zakat ini dapat dipertanggungjawabkan di dunia dan di akhirat.

“Kami berbicara tentang lembaga zakat ini bukan terpercaya itu bukan paling terpercaya oleh masyarakat saja, tetapi juga terpercaya oleh Allah SWT sehingga harus menjadi pengingat kita semua, kita bekerja di atas dan semua yang terkait dengan dunia dan akhirat,” terangnya.

“Kami ber-11 berkomitmen penuh untuk hadir aktif sebagai manajemen di tengah-tengah seluruh masyarakat Indonesia. BAZNAS berkomitmen untuk dapat diakses 24 jam membantu kebutuhan mustahik. Kami siap hadir terdepan untuk membuktikan sebagai lembaga terpercaya sesuai harapan masyarakat,” tambahnya. (mds)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button