Headline

MUI Buktikan Vaksin AstraZeneca Gunakan Tripsin dari Babi

INDOPOSCO.ID – Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan & Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) membuktikan bahwa vaksin AstraZeneca dalam proses produksinya menggunakan tripsin dari babi.

Pihak AstraZeneca sempat mengatakan bahwa proses tersebut tidak ada kandungan babi. Namun, LPPOM MUI melalui kajian ilmiah menemukan bahwa itu ada. Kajian ilmiah itulah yang akhirnya membuat sidang Komisi Fatwa menentukan bahwa vaksin tersebut haram, namun tetap boleh digunakan karena keadaannya darurat.

Direktur LPPOM MUI Muti Arintawari memaparkan, MUI melakukan dua langkah kajian yaitu kajian dossier dan kajian publikasi ilmiah. Dossier merupakan dokumen yang berisi bahan lengkap terkait Vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca. Dossier tersebut didapatkan MUI setelah melakukan audit dokumen di BPOM.

“LPPOM MUI menerjunkan dua orang Lead Auditor Bidang Obat dan Vaksin dengan bidang keahlian Biopreses Engineering dan Industrial Microbiolog mendalami terkait vaksin Covid-19 ini,” ujar Muti dalam keterangannya, Senin (22/3/2021).

Dia menjelaskan, setelah melakukan kajian bahan dan proses pembuatan vaksin dari dossier di BPOM, mereka kemudian melakukan kajian dari publikasi ilmiah. Publikasi tersebut bebas diakses di website European Medicines Agency (EMA).

Kemudian, auditor melakukan penelusuran media yang digunakan sesuai dengan temuan di publikasi ilmiah. Auditor mengkajian publikasi ilmiah AstraZeneca yang dapat diakses melalui Web dengan judul ‘Assesment repot Covid-19 Vaccine AstraZeneca Common name: Covid-19 Vaccine (ChAdOx1-s [recombinant]) Procedure No. EMEA/H/C/005675/000, 29 January 2021 EMA/94907.2021 Committee for Medicinal Products for Human Use (CHMP)’.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button