Ekonomi

Muda Mapan dan Tua Sejahtera, Bisa kok Lewat Dana Pensiun!

INDOPOSCO.ID – Pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap psikologi bagi generasi muda, khususnya kaum milenial. Salah satu yang signifikan adalah kesadaran pentingnya akan investasi. Lewat pandemi, generasi milenial jadi belajar pentingnya investasi di masa sulit, terutama bagaimana menghadapi ketidakpastian di masa depan. Investasi dapat mulai dilakukan salah satunya melalui investasi dana pensiun.

Sebagai lembaga keuangan yang unggul dalam layanan dan kinerja, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menawarkan Program Pensiun Iuran Pasti Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BNI dengan produknya yang bernama BNI Simponi. Saat ini DPLK BNI menjadi market leader di industri DPLK dengan Dana Kelolaan per 31 Desember 2020 sebesar Rp 22,26 triliun atau market share sebesar 20,66 persen dari 24 penyelenggara DPLK (sumber: data PDPLK).

Direktur Treasury dan International BNI Henry Panjaitan mengatakan, dengan BNI Simponi, milenial bisa setor dana suka-suka. Punya uang lebih, tinggal setor. “Gak punya uang, kumpulin dulu dari uang jajan, simple kok,” ujarnya.

“Kunci keberhasilan berinvestasi adalah momentum. Semakin dini mengikuti BNI Simponi, maka dengan iuran semakin kecil akan terkumpul dana yang lebih besar. Hal ini dikarenakan imbal hasil BNI Simponi lebih optimal dari produk lainnya,” terangnya.

BNI Simponi Cocok untuk Milenial

Mengapa BNI Simponi sangat bagus untuk kaum milenial? Di samping aman, kaum milenial dapat memilih usia pensiun normal sekurang-kurangnya di usia 40 tahun. Artinya jika kaum milenial membutuhkan tambahan dana modal usaha di masa depan, BNI Simponi adalah solusinya.

Karena dapat dicairkan dananya pada usia pensiun normal yaitu usia 40 tahun atau pada usia pensiun dipercepat yaitu 10 tahun lebih cepat dari pensiun normal. Sehingga kaum milenial dapat memanfaatkan dana tersebut di masa yang sangat produktif untuk usaha atau meneruskan investasi masa depan untuk bahagia di hari tua.

Sepakat, Senior Pension Program Specialist BNI Alif Pasaleori menjelaskan, kaum milenial yang kini memiliki usia produktif atau 20-30 tahun sudah harus menyiapkan dana pensiun.

“Tidak perlu besar yang penting ada karena jika kita tahu iuran itu akan lebih kecil dibandingkan kita berpikir pensiun itu di usia 40 tahun pasti iuran akan besar,” ujarnya.
Waktu yang Tepat Investasi Dana Pensiun

Senior Pension Program Specialist BNI Dian Dinarwati menyebutkan, terdapat empat hal yang perlu diperhatikan saat menyiapkan investasi dana pensiun. Pertama, momentum waktu. Semakin panjang periode persiapan cicilan, maka semakin kecil nominalnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button