Megapolitan

MRT Jakarta Teken Kontrak Fase Bundaran HI-Kota Senilai Rp4,6 Triliun

INDOPOSCO.ID – PT MRT Jakarta (Perseroda) dan kontraktor Sumitomo Mitsui Construction Company Jakarta-Hutama Karya Join Operation (SMCC–HK JO) menandatangani paket kontrak 203 MRT Jakarta Fase 2A Bundaran HI- Kota senilai Rp4,6 triliun.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Silvia Halim dan Satoshi Tanimoto, dengan disaksikan langsung Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji, Chief Representative JICA Indonesia Ogawa Shinegori, dan Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar, di pelataran Museum Fatahillah, Jakarta Barat, Selasa (20/4/2021).

Ada pun total nilai kontrak Paket CP 203 ini sekitar Rp4,6 triliun dengan masa konstruksi selama 72 bulan, yakni dari September 2021 sampai Agustus 2027.

“Pembangunan paket kontrak CP203 juga akan terintegrasi dengan konsep penataan kota tua, yaitu mengedepankan penataan area pejalan kaki dan manajemen rekayasa lalu lintas ‘traffic arrangement’,” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar.

Paket kontrak CP203 merupakan bagian dari pembangunan Fase 2A MRT Jakarta dari Bundaran HI hingga Kota.

Fase 2A akan mengerjakan dua stasiun bawah tanah, yaitu Stasiun Glodok sepanjang 240 meter dan Stasiun Kota sepanjang 411,2 meter serta terowongan bawah tanah mulai dari Mangga Besar sampai Kota Tua sepanjang 1,4 kilometer.

Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A (Bundaran HI-Kota Tua) ini akan melewati sejumlah cagar budaya di antaranya Gedung Sarinah, Museum Bank Indonesia, Gedung Chandranaya, Pantjoran Tea House, Museum Bank Mandiri, Tugu Jam Thamrin, dan Stasiun Jakarta Kota (BEOS).

Konstruksi CP203 ini akan mengusung desain dengan konsep “Sunken Entrance”, yaitu tinggi “entrance” yang lebih rendah dari umumnya dengan tujuan untuk menjaga visual bangunan cagar budaya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button