Nasional

MenkopUKM Ajak Entitas Pendidikan Ciptakan Entrepreneur Muda

INDOPOSCO.ID – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak kolaborasi entitas pendidikan di tanah air untuk menciptakan entrepreneur muda profesional sejak usia dini agar mampu menguasai pasar global.

“Perlu kolaborasi berbagai pihak termasuk civitas akademika Yayasan Taruna Bakti dalam menciptakan entrepreneur yang profesional sejak usia dini sehingga menguasai pasar global,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat memberikan sambutan dalam acara Pisah Sambut Yayasan Taruna Bakti secara virtual, Senin (1/3/2021).

Teten mengatakan, semua pihak harus mengantisipasi bonus demografi. Data BPS menunjukkan, penduduk Indonesia tahun 2020 telah mencapai 270,20 juta jiwa di mana 68,75% masuk dalam usia produktif dan 24% di antaranya masuk kategori pemuda (berusia 16-30 tahun sesuai dengan UU tentang Pemuda).

Pada tahun 2024, diperkirakan total populasi Gen Milenial, Gen Z, dan Post Gen Z mencapai 174,79 juta orang. Jumlah ini tentu tidak dapat seluruhnya diserap oleh sektor pemerintah dan perusahaan swasta. Oleh karena itu, perlu untuk mendorong upaya penciptaan entrepreneur muda lebih banyak.

Pemerintah, kata Teten, mempersiapkan keterhubungan ekosistem kewirausahaan meliputi jejaring, inovasi produk/jasa, dan iklim usaha yang kondusif yang akhirnya mendorong kreativitas.

Dengan perkembangan teknologi yang terintegrasi berbagai ide kreatif anak muda lewat usaha rintisannya (startup) akan menjawab kebutuhan masyarakat, memecahkan masalah sosial, dan memiliki dampak luas.

Berdasarkan GEI (Global Entrepreneurship Index), pada tahun 2019 posisi Indonesia pada peringkat 74 dari 137 negara dengan nilai index sama dengan Vietnam. Dalam hal digital platform, berdasarkan GDPEI (Global Digital Platform Economy Index), Indonesia berada pada posisi ke-76 dari 116 negara, di bawah Filipina dan Kazakhstan.

Menurut RPJMN 2020-2024, rasio Kewirausahaan Indonesia pada tahun 2019 sebesar 3,4%, dan pada tahun 2024 diharapkan dapat mencapai 4% atau sebanyak 11,2 juta orang atau 17,45% dari seluruh pelaku UMKM. Sesuai proyeksi tersebut, sebesar 82,55% pelaku UMKM belum memiliki kualitas kewirausahaan yang baik.

“Hal tersebut mengakibatkan produktivitas rendah, kurang inovasi, usaha yang tidak berkelanjutan, dan kurang kompetitif di pasar global. Apalagi sebagian besar UMKM adalah skala usaha mikro dan berada di sektor pertanian yang owner operator,” katanya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button