Headline

Mengapa di Inggris Sudah Boleh Nonton Bola? Ini Kata Dokter Tirta

INDOPOSCO.ID – Pentas Euro 2020 telah berakhir, tim nasional (Timnas) Italia keluar sebagai juara usai menaklukkan Inggris melalui adu penalti dengan skor 3-2. Gelaran itu menjadi suguhan untuk penggemar sepak bola di tengah pandemi Covid-19.

Selama sebulan penuh, mulai 11 Juni sampai 11 Juli, terdapat 51 pertandingan digelar di 11 kota di sebelas negara di benua itu. Laga mulai dari babak penyisihan grup hingga final.

Hampir seluruh pertandingan Euro 2020 dihadiri penonton di stadion. Bahkan terlihat hampir tidak ada yang mengenakan masker maupun menjaga jarak.

Pemerintah Inggris telah berencana membuka lockdown karena Covid-19. Perdana Menteri Boris Johnson menyatakan, karantina wilayah itu bisa diakhiri pada 19 Juli, seperti dilansir Reuters.

Boris Johnson sebelumnya menerapkan penguncian wilayah (lockdown) ketat secara nasional menyusul lonjakan kasus virus corona mutasi baru dalam beberapa waktu terakhir.

Dokter sekaligus influencer Tirta Mandira Hudhi (dr Tirta) menanggapi perihal kumpulan orang yang menonton langsung Piala Eropa 2020 di Inggris.

Perlu diingat Inggris telah lockdown sejak tahun 2020 lalu. Serta sebagian besar masyarakatnya mematuhi protokol kesehatan. Karenanya penanganan Covid-19 bisa dikendalikan.

“Kalian tahu gak? Tahun lalu Inggris atau Eropa lockdown selama 3 bulan. Mereka patuh sama pemerintahnya saat lockdown,” ujar dokter Tirta dalam keterangannya, Senin (12/7/2021).

Piala Eropa seharusnya terselenggara tahun 2020, namun terpaksa ditunda karena pandemi Covid-19 dan baru terlaksana sekarang setelah mulai gencar dilakukan vaksinasi.

Negara-negara yang sudah melakukan vaksinasi bagi sebagian besar rakyatnya bisa meredam lonjakan kasus baru dan menekan angka kematian akibat Covid-19.

Tirta menyebut Inggris tercatat sebagai negara dengan vaksinasi tertinggi. Berbeda halnya dengan Indonesia yang belum optimal. Sehingga lonjakan kasus Covid-19 masih terjadi.

Ia juga menyinggung masyarakat yang belum disiplin terhadap protokol kesehatan. Terlebih Pemerintah telah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga 20 Juli.

“Saat disuruh vaksinansi mereka nurut dan 80 persen sudah vaksin. Coba lihat Indonesia, PPKM sekarang saja masih ada yang berseliweran. Vaksinasi masih 10 persen. Nah loh,” ujar Tirta. (dan)

Sponsored Content
Back to top button