Nasional

Mendikbudristek Tinjau Pengembangan Pemanfaatan Kebudayaan di Kompleks Candi Muaro Jambi

INDOPOSCO.ID – Setelah bermalam di pemukiman masyarakat Suku Anak Dalam di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menempuh perjalanan darat 225 kilometer untuk melanjutkan kunjungan kerjanya ke kompleks Candi Muaro Jambi, Kabupaten Muaro Jambi.

Dengan menggunakan becak motor (bentor), didampingi Gubernur Jambi, Al Haris dan Bupati Muara Jambi, Masnah Busro, Menteri Nadiem berkeliling meninjau pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan kompleks percandian Hindu-Budha terluas di Asia Tenggara yang ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya tersebut.

“Saya menyadari betapa besarnya potensi situs ini jika kita kembangkan. Ketika berkeliling, imajinasi saya berkembang saat melihat rumah-rumah dengan genteng-genteng Tiongkok, ada relief-relief seperti di Candi Borobudur. Jadi saya ingin generasi-generasi berikutnya menyadari bahwa Indonesia datang dari kebudayaan yang luar biasa majemuknya,” ungkap Menteri Nadiem sesaat setelah berkeliling kompleks Candi Muaro Jambi, pada Rabu (22/9).

Setelah berkeliling, Mendikbudristek bertemu maestro bujang gondang, Sambawi. Sambawi mengajarkan Menteri Nadiem bermain alat musik semacam rebana yang terpengaruh budaya Melayu dan Timur Tengah tersebut.

Selanjutnya, Mendikbudiristek berdialog dengan seniman, pemuka adat, pendidik, dan masyarakat sekitar cagar budaya untuk mendengarkan masukan terkait perkembangan cagar budaya Muaro Jambi.

Menurut Menteri Nadiem beberapa konsep yang unik dari Candi Muaro Jambi ini antara lain situs ini menjadi pusat pendidikan pada ratusan tahun yang lalu.

“Ini adalah kampus yang sudah berdiri pada ratusan tahun yang lalu. Menurut saya, prototipe Kampus Merdeka ada di sini, karena ada murid-murid datang dari India, Tiongkok, dan Tibet. Mereka sudah belajar di luar kampus asalnya dan pergi ke sini (Candi Muaro Jambi) untuk menekuni berbagai macam ilmu, lalu mereka kembali ke kampusnya masing-masing. Di kawasan percandian ini lah pusat pendidikannya,” ujar Menteri Nadiem.

Keunikan yang kedua, lanjut Menteri Nadiem, luas kompleks Candi Muaro Jambi adalah yang terluas di Asia Tenggara. Untuk diketahui, luas komplek Candi Muaro Jambi mencapai 3.981 hektare atau delapan kali lebih luas dari pada Candi Borobudur.

Candi Muaro Jambi membentang sepanjang 7,5 kilometer dari barat ke timur tepian Sungai Batanghari. “Kalau kita serius melakukan restorasi pada situs ini, situs ini akan membuat bukan hanya tempat kunjungan bagi masyarakat Indonesia, tapi masyarakat dunia,” ujar Mendikbudristek.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button