Nasional

Menaker: Perlindungan AKPI Harus Ditingkatkan

INDOPOSCO.ID – Berdasarkan data Imigrasi Korea per 30 April 2020 sebanyak 5.343 Awak Kapal Perikanan Indonesia (AKPI) bekerja pada kapal perikanan di atas 20 ton. Hal ini menunjukkan angka kebutuhan AKPI di Korea cukup tinggi.

Pernyataan tersebut diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam keterangan, Selasa (1/6/2021).

Menurut Ida, Korea merupakan salah satu negara penempatan yang cukup diminati Pekerja Migran Indonesia (PMI). Untuk itu, perlindungan AKPI dan pemberi kerja di Korea harus ditingkatkan.

“Kami akan bentuk pengaturan pelaksanaan yang akan mengatur secara rinci mengenai penempatan dan pelindungan AKPI,” katanya.

Lebih jauh Ida mengatakan, AKPI yang bekerja di kapal sangat rentan. Kondisi pandemi Covid-19, semakin menambah kompleksitas permasalahan bagi pekerja migran, utamanya yang bekerja sebagai awak kapal.

“Kita perlu atur mekanisme penempatan, dan meningkatkan pelindungan hak-hak pekerja dan pemberi kerja, ” katanya.

“Peningkatan pelindungan ini dilakukan salah satunya dengan memperkuat kompetensi para AKPI sesuai pasar kerja,”imbuhnya.

Sebelumnya, Menaker Ida Fauziyah menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Korea, Seong-Hyeok Moon secara daring. Penandatangan Nota Kesepahaman tersebut menjadi momen penting bagi kedua negara karena menandai dimulainya implementasi kerjasama bilateral, terkait hubungan kerja dan tenaga kerja bagi awak kapal perikanan Indonesia yang bekerja pada kapal ikan pesisir Korea di atas 20 ton. (nas)

Sponsored Content
Back to top button