Nasional

Menag: Pagu Anggaran Kemenag 2022 Turun Rp 44 Miliar

INDOPOSCO.ID – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pagu anggara Kementerian Agama (Kemenag) 2022 mengalami penurunan Rp44 miliar atau 0,07 persen dari pagu anggaran 2021.

Penurunan anggaran tersebut, menurut dia, penyesuaian target salah satunya pada fungsi pendidikan. “Pagu anggaran 2022 akan digunakan untuk kegiatan fungsi agama Rp10 triliun dan fungsi pendidikan Rp55 triliun.

“Fungsi agama untuk belanja pembangunan bidang agama, penguatan kerukunan umat beragama dan kegiatan penelitian dan pendidikan serta fungsi pengawasan agama,” ujar Yaqut Cholil Qoumas saat melakukan rapat kerja (Raker) bersama Komisi VIII DPR RI untuk membahas rencana kerja anggaran kementerian/ lembaga (RKA-K/L), Kamis (2/9/2021).

Anggaran fungsi pendidikan, lanjut dia, berkaitan pada fungsi madrasah, pendidikan keagamaan hingga pada satuan pendidikan umum.

Lebih jauh ia mengungkapkan pagu anggaran pada sumber dana terbesar berasal dari rupiah murni senilai Rp55 triliun atau 88,3 persen dari pagu anggaran 2022. Sementara berdasarkan program, menurut dia, pagu anggaran 2022 di Kemenag digunakan untuk lima program.

Di antaranya dukungan managemen, kerukunan umat dan layanan kehidupan beragama, pendidikan tinggi, peningkatan kualitas pembelajaran dan pengajaran dan pendidikan anak usia dini.

“Berdasarkan program dukungan managemen terbesar yakni 53,56 persen atau Rp35 triliun. Ini untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Kemenag,” terangnya.

Sementara pagu anggaran pada unit, masih ujar Yaqut, anggaran di Sekretariat Jenderal sebesar Rp2 triliun atau 3,35 persen, Inspektorat Jenderal sebesar Rp159 miliar atau 0,24 persen, Ditjen Bimas Islam sebesar Rp5 triliun atau 8,54 persen.

Lalu, Ditjen Pendidikan Islam sebesar Rp52 triliun atau 78,99 persen, Ditjen Bimas Kristen sebesar Rp1 triliun atau 2,77 persen, Ditjen Bimas Katolik sebesar Rp800 miliar atau 1,33 persen, Ditjen Bimas Hindu sebesar Rp700 miliar atau 1,18 persen dan Ditjen Bimas Buddha sebesar Rp200 miliar atau 0,39 persen. (nas)

Sponsored Content
Back to top button