Nasional

Melulu Ciptakan Tukang, Dirjen Diksi: Kampus Jangan Terjebak Pada Hardskill Saja!

INDOPOSCO.ID – Dirjen Pendidikan Vokasi (Diksi), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto mengatakan, program link and match adalah strategi besar untuk maju bersama antara pendidikan vokasi dan dunia industri.

“Program link and match sekarang betul-betulan, tuntas dan konperhensif. Berbeda dengan dulu yang hanya seremoni saja. Perubahan apapun di kampus, industri tidak pernah tahu,” ujar Wikan Sakarinto dalam penandatanganan 160 Skema Sertifikasi Nasional LSP P1 Pendidikan Tinggi Vokasi Direktorat Kemitraan serta Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Kamis (25/3/2021).

Ia menyebut, ada delapan rancangan pada program link and macth (8+i). Delapan rancangan tersebut di antaranya: kurikulum disusun bersama industri dan disepakati industri, kurikulum standar yang menjawab soft skill. Karena selama ini pendidikan vokasi terjebak pada hard skill saja.

“Vokasi seolah-olah mau ciptakan tukang terus,” ucapnya.

Kemudian rancangan selanjutnya adalah pembelajaran berbasis projek untuk setiap mata kuliah di perguruan tinggi. Lalu ada rancangan dosen tamu dari industri 50 jam per semester per program studi (Prodi).

“Resep ini yang akan menjawab menu selera industri,” ungkapnya.

Rancangan berikutnya, masih ujar Wikan, program magang minimal satu semester dan sertifikasi profesi untuk mahasiswa dan dosen yang diakui oleh industri. Dengan fokus pada lima rancangan tersebut harus disertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button