Megapolitan

Dishub DKI Buka Investasi Swasta Untuk Proyek LRT Fase 2A

Berdasarkan data pada laman Dinas Perhubungan DKI, rencana pembangunan fase 2A tersebut membutuhkan lahan seluas kurang lebih 111.812,04 meter persegi yang tersebar di Kecamatan Kelapa Gading dan Tanjung Priok di Jakarta Utara.

Berdasarkan pemaparan Direktur Utama BUMD DKI, PT Jakarta Propertindo Widi Amanasto pada rapat kerja dengan Komisi B di gedung DPRD DKI pada Rabu (14/9) disebutkan total belanja (capital expenditure/capex) untuk proyek LRT Fase 2A diperkirakan mencapai sekitar Rp7 triliun.

Proyek LRT Fase 2A itu melintasi enam stasiun pada segmen Britama, Artha Gading, Sunter Timur, Gelanggang Remaja, Sunter Barat dan berakhir di JIS sepanjang 8,2 kilometer.

Jakpro mengajukan usulan kepada DPRD DKI untuk LRT Fase 2A itu melalui Penyertaan Modal Daerah (PMD) sebesar Rp 442 miliar pada APBD Perubahan tahun 2022.

Rencananya, usulan anggaran itu untuk pelaksanaan pekerjaan pendahuluan pada akhir 2022 dan mulainya konstruksi prasarana jalur layang LRT pada awal 2023.

“Mengenai LRT memang peningkatan ridership (penumpang) penting apalagi untuk kemampuan fiskal Pemprov yang sangat terbatas,” kata Widi saat rapat kerja dengan Komisi B di Jakarta, Rabu (14/9). (mg2)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button