Megapolitan

DPRD Himpun Masalah Pengelolaan Air Bersih di Jakarta

INDOPOSCO.ID – Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Air Minum DPRD DKI Jakarta menghimpun sejumlah masalah pengelolaan air bersih di Ibu Kota agar bisa dilakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk dicarikan jalan keluar.

Ketua Pansus Pengelolaan Air Minum DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga di Jakarta, Rabu, mengatakan saat ini ada beberapa masalah yang sudah terkumpul, salah satunya yakni pencabutan Surat Keputusan Nomor 891 Tahun 2020 tentang Persetujuan Adendum Kerja Sama antara Perumda Air Minum (PAM) Jaya dengan PT Aetra Air Jakarta.

“Pokok permasalahan utama yakni adendum kerja sama swastanisasi PAM dengan Aetra Jakarta yang menimbulkan pro kontra karena ada dugaan berakibat pada kerugian keuangan negara hingga mencapai triliunan rupiah,” ujar Pandapotan.

Ia menyampaikan inventarisasi masalah juga dikumpulkan dari pengaduan warga saat seluruh jajaran DPRD DKI Jakarta terjun ke lapangan saat reses, persoalan yang paling sering yakni krisis air bersih yang dialami warga Muara Angke, serta minimnya air bersih di Rusunami Jakarta Barat.

Baca Juga: PAM Jaya Kerja Sama dengan BPKP Perkuat Transisi Layanan Air Langsung

“Terutama tentang pelayanan di masyarakat, volume air yang muncul tidak maksimal bahkan tidak ada sama sekali dan masih banyak yang mengeluh pelayanan PAM ini tidak sampai ke masyarakat, terutama di daerah Jakarta Barat dan Utara. Ini yang mau kita cari solusi dan persoalannya dimana. Kita sangat malu, masa di Ibu Kota Negara air tidak terlayani dengan baik,” ucapnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button