Megapolitan

DPRD DKI Khawatir Omicron Mewabah di Sekolah

INDOPOSCO.ID – Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengaku khawatir akan mewabahnya Covid-19 varian Omicron di sekolah apabila Pembelajaran Tatap Muka (PTM) masih menerapkan kapasitas 100 persen.

Pasalnya, kata politisi PDI Perjuangan tersebut, dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta untuk membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen malah bisa menjadi bumerang karena saat ini Covid-19 Varian Omicron sudah mulai mewabah dengan banyaknya transmisi lokal yang berpotensi besar menimbulkan klaster baru di sekolah.

“Dengan adanya pandemi ini memang seharusnya bisa mendorong pembelajaran dilakukan secara daring karena memang tidak ada pilihan lain, apalagi ditambah dengan munculnya varian Omicron yang angka penularannya makin bertambah di Jakarta, terutama bagi sekolah yang menerapkan siswa didiknya 100 persen belajar tatap muka,” kata Kenneth seperti dikutip Antara, Rabu (12/1/2022).

Berita Terkait

Kent (sapaan akrab Hardiyanto Kenneth) meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat kebijakan yang harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa maupun orang tua, pasalnya tidak sedikit dia mendapat laporan dari orang tua siswa yang khawatir kebijakan tatap muka di tengah merebaknya Omicron, bisa membahayakan keselamatan siswa.

Baca Juga: Prof Tjandra: Vaksinasi Booster untuk Kendalikan Omicron

“Kita harus bisa memahami perasaan orang tua siswa. Pak Anies dan Pak Riza harus bisa memposisikan diri seperti masyarakat yang anaknya diwajibkan untuk tatap muka di tengah munculnya varian Omicron ini. Saya mendapatkan banyak sekali laporan di lapangan, banyak yang teriak keberatan, sebagian besar sangat khawatir,” katanya.

Kenneth berharap Anies membuat kebijakan terkait PTM dengan mengedepankan rasa kemanusiaan, bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama bagi orang tua murid yang anaknya di wajibkan harus masuk sekolah tatap muka.

“Jangan malah sebaliknya, membuat kebijakan yang malah menzolimi masyarakat DKI dengan membuat kebijakan yang sepihak tanpa mempertimbangkan perasaan orang tua murid,” ucap Kent.

Terlebih, sambung Kent, baru ada 404.192 siswa atau 55,9 persen dari target 723.044 siswa yang telah menjalani vaksinasi anak usia 6-11 tahun per Selasa (11/1/2022) yang sangat jauh untuk dijadikan patokan untuk bisa belajar tatap muka.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button