Megapolitan

Atasi Pengangguran, Pemkot Tangerang Rutin Gelar Virtual Job Fair

“Teknisnya, tiap kelurahan akan mendata perusahaan apa saja yang ada, yang menyediakan lapangan pekerjaan. Lalu, dijembatani dengan para pencari kerja di kelurahan tersebut ada berapa banyak, nanti akan ketemu di sana,” kata Arief.

Ketersediaan lapangan kerja tersebut akan di-upload ke aplikasi Tangerang Live, namun pada praktiknya akan dilakukan secara hybrid. Yakni pendaftaran bisa dilakukan secara online, kemudian bisa langsung sesi wawancara dengan perusahaan di masing-masing kantor kelurahan yang menyelenggarakan job fair tersebut.

“Total lebih dari 24 ribu lowongan kerja yang tersedia, jadi diprediksi akan lebih banyak menyerap tenaga kerja,” ucap Arief.

Di samping itu, yang saat ini masih berjalan adalah pelatihan di setiap Balai Latihan Kerja (BLK). Hingga kini ada lebih dari 600 lulusan BLK yang terus dipantau perkembangannya.

Selain menjembatani pencaker dengan perusahaan, Wali Kota Arief mengaku, pihaknya juga fokus pada program wirausaha. Yakni dalam pemberian modal, pembekalan pelatihan dan juga pemasaran baik secara online ataupun offline.

“Bila soal pemberian modal, kita memiliki Program Tangerang Bisa dan Tangerang Emas. Pada tahun 2020, Program Tangerang Bisa memberikan bantuan modal senilai 500.000 dan sudah tersalurkan kepada 7.525 orang,” tutur Arief.

Kemudian di tahun ini, Program Tangerang Bisa juga memberikan bantuan modal senilai 760.000 dan sudah tersalurkan kepada 2.443 orang. Jumlah tersebut gabungan tahap 1 dan tahap 2, sedangkan tahap 3 sedang dalam proses untuk penyaluran kepada 3 ribu orang.

“Sementara Program Tangerang Emas selama tahun 2020-2021 sudah menyalurkan pinjaman tanpa agunan dan tanpa bunga kepada 298 UKM, dengan rentang nilai Rp500 ribu hingga Rp2 juta,” kata Arief. (dam)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button