Megapolitan

Kewirausahaan Pemuda di Banten Jadi Solusi Multidimensi

“Kemudian dalam menjalankannya, tentu terdapat tantangan yang harus pemuda pahami dalam berwirausaha. Seperti halnya tantangan persaingan global, tantangan pengangguran, tantangan tanggung jawab sosial, tantangan kemajuan teknologi, tantangan gaya hidup dan kecenderungan, tantangan etika, dan tantangan pertumbuhan penduduk yang begitu cepat,” ujarnya.

Begitu pula dengan permasalahan pemuda yang harus diselesaikan bersama-sama ialah narkoba dan penyakit menular, rendahnya partisipasi pendidikan, kurang optimalnya pemberdayaan pemuda, pengangguran, adanya pengaruh budaya asing, serta kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dan bahasa asing.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banten, Ahmad Syaukani menyampaikan data melalui Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa Banten memiliki jumlah usia produktif cukup dominan di angka 43%. Ditegaskan, bahwa butuh banyak pihak dalam mengembangkan ekosistem wirausaha muda di Provinsi Banten.

“Ekosistem itu adalah hal-hal yang mendukung terkait pengembangan wirausaha muda. Jadi kalo namanya ekosistem, yang mendukung bukan hanya satu dinas saja atau hanya Dispora saja, tetapi ada beberapa dinas terkait pengembangan wirausaha muda di provinsi Banten,” ujarnha.

Untuk itu, kata Ahmad Syaukani, perlu perhatian khusus bagaimana tantangan wirausaha muda di Provinsi Banten dalam era Covid-19 dan bagaimana mengubah tantangan tersebut menjadi sebuah peluang. (dam)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button