Megapolitan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo: “Jadilah Polisi untuk Diri Sendiri”

“Fablab ini bertujuan untuk melatih seluruh mahasiswa dengan berbagai keterampilan yang dibutuhkan dalam era Industry 4.0,” papar Jony.

Selain itu, lanjut dia, FabLab juga bertujuan membantu perusahaan-perusahaan yang membutuhkan solusi yang berbasis Industry 4.0.

Dari sisi dosen, ungkap Jony, selain didukung oleh tenaga pengajar dari kalangan praktisi, PresUniv juga terus menambah jumlah guru besarnya. Sabtu (21/8) lalu, misalnya, PresUniv baru saja mengukuhkan Prof. Dr. Chairy sebagai guru besar bidang manajemen.

Berita Terkait

Jony memaparkan bahwa sejak tahun 2020, mahasiswa baru PresUniv akan dididik dengan kurikulum yang baru.

“Kurikulum tersebut kami rancang berdasarkan masukan dari seluruh stakeholders dan menyesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa dalam meniti pilihan kariernya di masa depan, yakni menjadi entrepreneur, eksekutif profesional atau akademisi/peneliti,” paparnya.

Dengan lokasi kampus PresUniv yang berada di tengah-tengah kawasan industri Jababeka, kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, ungkap Jony, itu membantu mahasiswa dalam menyiapkan dirinya menyongsong masa depan.

“Di kawasan industri Jababeka ada lebih dari 1.750 perusahaan nasional maupun multinasional. Dan, PresUniv telah menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan tersebut. Jadi, bagi mahasiswa yang ingin menjadi eksekutif profesional bisa magang di sana, atau bagi yang ingin menjadi entrepreneur bisa memperoleh pendampingan dari para pengusahanya,” papar Jony.

Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Handa S. Abidin, menjelaskan bahwa dalam kurikulum yang baru, yakni Kurikulum 2020, pada tahun pertama seluruh mahasiswa akan menerima pembelajaran yang fokus pada peningkatan kemampuan softskills, seperti Emotional Intelligence, Integrated Survival Experience, Digital Literacy, Coding dan Big Data, Psikologi, termasuk Statepersonship yang merupakan gabungan mata kuliah Pancasila, Agama dan Bahasa Indonesia, tetapi dikemas dalam bentuk terapan.

Untuk tahun kedua, papar Handa, mahasiswa akan menerima pengetahuan yang bersifat hardskills.

“Ini pengetahuan dan keterampilan yang bersifat teknis sesuai dengan program studinya masing-masing. Misalnya, mahasiswa prodi Accounting akan belajar hal-hal yang bersifat teknis tentang accounting, termasuk audit, financial management, perpajakan, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Selanjutnya pada tahun ketiga, mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang dikembangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, mahasiswa diberi kebebasan untuk memilih mata kuliah di luar prodinya, tetapi masih di kampus PresUniv. Misalnya, mahasiswa Prodi Accounting boleh ikut kuliah di Prodi Ilmu Hukum, dan sebaliknya. Masih pada tahun ketiga, mahasiswa akan diberi kebebasan untuk memilih program yang sesuai dengan pilihan kariernya di masa depan, yakni menjadi entrepreneur, eksekutif profesional atau akademisi.

“Bagi mahasiswa yang setelah lulus ingin berkarier sebagai eksekutif profesional, mereka boleh memilih program magang di berbagai perusahaan atau instansi lainnya. Jika ingin menjadi entrepreneur, mahasiswa akan dipersilakan untuk bergabung dengan inkubator bisnis yang didirikan oleh PresUniv, yakni SetSail BizAccel,” papar Handa.

Sementara, bagi yang tertarik menjadi peneliti atau akademisi, lanjut Handa, mereka boleh magang di berbagai lembaga penelitian atau menjadi asisten dosen PresUniv. Dan, masih ada beberapa pilihan lainnya sesuai dengan konsep Kampus Merdeka, seperti ikut pertukaran pelajar, menggarap proyek di desa, mengajar di sekolah, ikut dalam proyek kemanusiaan, dan mengerjakan proyek atau melakukan studi secara independen.

Setelah selesai dengan itu semua, mahasiswa akan mengerjakan Final Project yang bentuknya beragam. Handa menjelaskan, “Final Project itu bisa berupa tesis, mengembangkan suatu produk, menulis artikal ilmiah di jurnal, dan sebagainya. Semua dikerjakan setiap mahasiswa dengan dibimbing oleh seorang dosen.”

Roadmap to Success

Untuk tahun 2021, penyambutan mahasiswa baru kali dikemas dalam program Pre University yang akan diadakan pada 23-25 Agustus 2021. Oleh karena masih dalam masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), seluruh cara penyambutan mahasiswa baru diselenggarakan secara daring.
Pada tahun ini, tema program Pre University adalah “We Prepare Your Career from Day 1”.

“Sejak hari pertama mahasiswa bergabung dengan PresUniv, kami sudah persiapkan mereka untuk mulai meniti pilihan karier bagi masa depannya. Meski begitu, pilihan karier tersebut tidak kaku. Jika ada mahasiswa yang semula ingin berkarier sebagai eksekutif profesional, tetapi di tengah perjalanan berubah ingin menjadi pengusaha, tidak masalah. Kami akan tetap membimbing mereka,” kata Handa,

Salah satu sesi dari program Pre Univesity ini adalah Roadmap to Success yang disampaikan oleh Monic Christian, founder dan CEO Tes Bakat Indonesia. Pada sesi ini, seluruh mahasiswa akan diajak untuk mengenali minat dan bakatnya. Berbekal pengenalan tersebut, seluruh mahasiswa diajak untuk mulai menata diri, menyusun langkah demi langkah selama masa perkuliahan, termasuk target-target yang ingin dicapai, agar kelak mereka sampai pada tujuannya, yakni karier yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

Selain Monic, program Pre University juga menghadirkan para pembicara terkemuka yang akan berbagi pengalaman dan kiat sukses mereka dalam studi dan berkarier. Di antaranya, Arto Biantoro dari Brand Adventure Indonesia, dan Dennis Perez atau yang dikenal dengan Guruku Mr. D, seorang influencer.

Selanjutnya, mahasiswa akan membagi diri sesuai dengan prodinya. Di sana, mereka akan diskusi banyak hal. Misalnya, pilihan karier yang sesuai dengan prodinya, strategi belajarpilihan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pilihan kariernya, dan banyak hal lainnya. (ibs)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button