Megapolitan

Ombudsman dan Ditjen PAS Perkuat Pembangunan Zona Integritas di Lapas Pemuda Tangerang

“Komponen Pengungkit tersebut yaitu manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” tutur Dedy.

Dedy mengingatkan bahwa Pelayanan Publik di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang memang berbeda dengan pelayanan yang diberikan oleh instansi lain karena pelayanan yang disampaikan tidak hanya dilakukan kepada warga masyarakat biasa di luar seperti pengunjung lapas namun juga warga binaan pemasyarakatan yang ada di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang. Komponen standar pelayanan berdasarkan UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik harus memenuhi keduanya.

Menutup pengarahan, Dedy Irsan menekankan kepada Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang untuk meningkatkan komitmen dan seluruh pihak yang ada,

“Yang terpenting adanya komitmen bersama elemen yang ada di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, dan tentu penerapan ZI menuju WBK-WBBM ini jangan hanya tertuang dalam dokumen tapi harus ada implementasi yang nyata dari semua pihak dalam prakteknya di lapangan, dan Ombudsman Banten berharap Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang tahun ini bisa memperoleh predikat Pembangunan Zona Integritas menuju WBK berkat kerjasama dan komitmen semua pihak. (yas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button