Megapolitan

Berisiko Tinggi, Pemprov DKI Diminta Tambah Insentif Petugas Covid-19

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta untuk memberikan dana insentif tambahan untuk tenaga atau petugas penanganan Covid-19 seperti tenaga kesehatan (nakes) dan penggali kubur. Pasalnya, petugas penanganan Covid-19 memiliki risiko tinggi saat menjalankan tugas dan kewajiban.

“Penambahan insentif bentuk terima kasih Pemprov DKI, kami PWNU DKI mendorong untuk adanya penambahan insentif untuk nakes dan tukang gali kubur,” kata Bendahara Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta Mohamad Taufik dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (10/7/2021).

Untuk nakes, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini menilai tenaga penanganan Covid-19 pantas menerima insentif tambahan karena petugas tersebut merupakan garda terdepan ketika menjalankan tugas selama pandemi Covid-19 dengan risiko potensi terpapar Covid-19 .

Terlebih, hasil data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pertumbuhan warga terkonfirmasi Covid-19 DKI pada Jumat kemarin mencapai 13.112 kasus yang merupakan rekor tertinggi selama pandemi. “Mereka pahlawan. Kasus terus naik. jadi, harus ada apresiasi. Kami PWNU DKI, akan berkirim surat ke Pemprov DKI agar ada penambahan insentif untuk nakes,” kata Taufik dilansir Antara.

Dia menilai penambahan insentif untuk tenaga kesehatan akan memberikan dampak positif sehingga petugas tidak memikirkan pendapatan sampingan untuk keperluan keluarga di rumah.

PWNU DKI, lanjut dia, tidak ingin tenaga kesehatan memikirkan kebutuhan saat bertugas mengurus pasien Covid-19, sebab krisis kesehatan akan berdampak pada seluruh sektor dan bisa mengakibatkan ekonomi runtuh.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button