Megapolitan

Dinkes Kota Tangerang Temukan 21 Sampel Takjil Berbahaya

“Pengambilan sampel kita fokuskan pada titik-titik keramaian jajanan takjil di Kota Tangerang. Hal ini kita lakukan, sebagai tanggung jawab pemerintah melalui Dinkes untuk melakukan pembinaan dan pengawasan pangan,” ujarnya.

Dia menuturkan, 21 sampel itu akan didalami kandungan kimia dan bakterinya di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Tangerang. Pihaknya akan melakukan tindak lanjut persuasif, berupa pembinaan dan edukasi kepada pedagang yang bersangkutan.

“Pada pembinaan atau proses edukasi, Dinkes akan memberitahu bahaya terparah akan kandungan kimia yang mereka pakai. Selain itu, Dinkes akan memberikan pemaparan jenis bahan pengganti yang aman atau layak untuk dimakan konsumen,” jelasnya.

Harmayani menambahkan, pengecekan kualitas makanan akan dilakukan secara rutin per tiga hingga enam bulan sekali. Hal itu, sebagai bentuk pertanggungjawaban dan pembaruan data pangan yang beredar di Kota Tangerang. (dam)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button