Megapolitan

Pedagang Pasar Gembrong Meraup Untung Berkat SNI

“Dulu sebelum pandemi, seminggu belanja dua kali. Itu saja kewalahan memenuhi pesanan pelanggan,” ucapnya
Pria genap berusia 56 tahun ini mengatakan, pembeli saat ini sudah cerdas. Mereka hanya membeli produk yang berlogo SNI.

“Alhamdulillah sih, produk yang saya jual ber-SNI semua. Karena, pembeli pasti pertama tanya logo SNI. Pernah dulu, beberapa kali masuk produk Cina yang tidak ber-SNI, malah tidak laku,” katanya.

Anwar mengaku, tetap optimistis berjualan mainan tetap ramai. Ia berharap pandemi Covid-19 segera berlalu. Sehingga dia dan pedagang mainan lainnya di Pasar Gembrong bisa menraup untung.

“Ya tetap kita syukuri sih. Di saat sekarang ini masih ada aja pembeli. Paling sepi 1 hari 5 orang. Kalau dulu sehari bener-bener kewalahan. Asal syaratnya kita jual produk ber-SNI, jangan coba-coba yang lain. Bisa ditinggal pelanggan,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam dialog Podcast “NGACO” (NGobrol Ala IndoposCO) Kepala BSN Kukuh Achmad mengatakan, tanggung jawab BSN menangani bidang standarisasi dan penilaian kesesuaian di Indonesia. Tugas utamanya di antaranya memfasilitasi para pemangku kepentingan dalam mengembangkan dan memelihara SNI hingga memberdayakan pelaku usaha untuk menerapkan SNI.

“Kami juga memberikan layanan informasi dan penjualan standar, baik SNI maupun standar internasional,” katanya.

Ia menyebut, sedikitnya ada sekitar 13.518 SNI yang mencakup berbagai bidang. Dari SNI produk, jasa, sistem, proses dan personel.

“Sepanjang 2020, kami telah menyusun 70 SNI dan 1 pedoman diperlukan untuk penanganan pendemi Covid-19,” ungkapnya. (nas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button