Disway

Masih Ada Jalan

INDOPOSCO.ID – Bangsa Indonesia tidak boleh menyerah begitu saja menghadapi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Masih ada jalan untuk melepaskan diri dari belenggu virus Corona yang sempat melumpuhkan segala sendi kehidupan mulai kesehatan, sosial hingga ekonomi.

Pada masa dinasti Romawi, dikenal dengan pepatah ‘banyak jalan menuju Roma’. Jadi, tidak hanya terpaku pada satu cara, tetapi masih ada cara lain untuk tetap berdiri sebagai negara merdeka dari segala bentuk penjajahan dengan tanpa mengorbankan rakyat.

Salah satu cara yang disebut Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC Dr. Pratama Persadha adalah mengembangkan industri siber. Sektor ini bisa membantu memulihkan ekonomi nasional pada masa pandemi Covid-19. Apalagi, pada tahun 2020 nilai transaksi perdagangan digital Indonesia mencapai lebih dari Rp253 triliun.

Dalam pidatonya, pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2021 di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Senin (16/8/2021), Presiden Joko Widodo juga menyinggung nilai transaksi perdagangan digital Indonesia. Nilai ini diperkirakan bakal naik menjadi Rp330,7 triliun pada 2021.

Selain itu, dia juga menyebutkan realisasi investasi Indonesia pada periode Januari sampai dengan Juni 2021, tidak termasuk sektor hulu migas dan jasa keuangan, sedikitnya Rp442,8 triliun.

Investasi ini menyerap lebih dari 620.000 tenaga kerja Indonesia. Penambahan investasi pada bulan-bulan ke depan ini harapannya bisa memenuhi target Rp900 triliun, serta menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan perekonomian secara lebih signifikan.

Perkembangan investasi harus menjadi bagian terintegrasi dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Peningkatan kelas pengusaha usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi agenda utama.

Berbagai kemudahan disiapkan untuk menumbuhkan UMKM, termasuk kemitraan strategis dengan perusahaan besar agar cepat masuk dalam rantai pasok global. Presiden pun berharap dapat meningkatkan daya saing produk UMKM, serta meningkatkan pemerataan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Ekosistem investasi dan kolaborasi di dunia usaha ini, kata Presiden, untuk memperkuat perkembangan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi, khususnya ke arah ekonomi hijau dan ekonomi biru yang berkelanjutan seperti dilansir Antara.

Transformasi menuju energi baru dan terbarukan serta akselerasi ekonomi berbasis teknologi hijau, akan menjadi perubahan penting dalam perekonomian bangsa ini.

Pemerintah juga terus mengupayakan konsolidasi kekuatan riset nasional agar sejalan dengan agenda pembangunan nasional. Sinergi dunia pendidikan dengan industri dan pengembangan kewirausahaan terus dipercepat melalui Program Merdeka Belajar. Hal ini bertujuan untuk mengakselerasi kualitas SDM nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri dan produk dalam negeri.

Perluasan akses pasar bagi produk-produk dalam negeri menjadi perhatian serius Pemerintah. Program Bangga Buatan Indonesia terus digencarkan sembari meningkatkan daya saing produk lokal dalam kompetisi global.

Pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem ekonomi digital untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Digitalisasi UMKM yang masuk ke aplikasi perdagangan elektronik dan lokapasar jumlahnya terus bertambah.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button