Headline

Masih Ada ASN Belum Tahu Sistem Whistleblower. Kok Bisa?

INDOPOSCO.ID – Pemerintah diminta meningkatkan pemahaman terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengenai whistleblowing system atau cara-cara aduan (pelaporan pelanggaran) korupsi di instansinya masing-masing. Ini demi mendukung upaya reformasi birokrasi di kementerian/lembaga (K/L) serta pemerintah daerah (pemda).

Dalam salah satu hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang disiarkan di Jakarta, Minggu (18/4/2021) menunjukkan, bahwa masih ada ASN belum mengetahui sistem whistleblower dan aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) di instansinya masing-masing.

Setidaknya, ada 39,6 persen responden, yang seluruhnya PNS, belum mengetahui keberadaan LAPOR! dan ada 41,8 persen responden mengaku belum pernah mendengar sistem pelaporan korupsi secara rahasia atau whistleblower system yang tersedia di kementerian/lembaga/kantor-kantor pemerintah daerah tempat mereka bekerja.

“Lebih dari 40 persen (PNS, red) tidak tahu atau tidak menyadari adanya whistleblower system. Lagi-lagi ini bisa menjadi bahan evaluasi, apa persoalannya disosialisasi atau persoalan lain,” jelas Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan.

Dia mengatakan bahwa pengetahuan atau kesadaran terhadap LAPOR! dan sistem whistleblower kemungkinan turut dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan golongan/tingkat jabatan. Pasalnya, analisis terhadap hasil survei menunjukkan makin tinggi tingkat pendidikan dan golongan PNS. Maka, banyak dari mereka yang mengetahui keberadaan LAPOR! dan sistem whistleblower.

Walaupun demikian, Djayadi menerangkan mayoritas PNS yang disurvei sebenarnya telah mengetahui adanya LAPOR! dan sistem whistleblower di instansinya masing-masing. Terkait dengan keberadaan LAPOR!, mayoritas PNS atau sekitar 59,2 persen responden mengaku mengetahui aplikasi aduan online tersebut.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button