Headline

Makin Parah, DKI Tambah Lokasi Isolasi

INDOPOSCO.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menambah kapasitas lokasi isolasi Covid-19 di Jakarta hingga total seluruhnya bisa menampung 26.134 orang di 184 lokasi isolasi. Sebab, hingga saat ini, belum ada tanda-tanda penurunan jumlah pasien terinfeksi Covid-19.

Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur No 891 Tahun 2021 mengenai Penetapan Lokasi Isolasi dan Standar Operasional Prosedur Pengelolaan Lokasi Isolasi dalam rangka penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Menurut dokumen yang diterima di Jakarta, Kamis, Kepgub No 891 Tahun 2021 itu ditandatangani Anies selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta pada 8 Juli 2021 dengan tujuan menetapkan lokasi isolasi serta SOP-nya sesuai dengan Perda No 2 Tahun 2021 mengenai Penanggulangan Covid-19.

“Menetapkan lokasi isolasi serta Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan isolasi dalam rangka penanganan Covid-19,” tulis Anies dalam putusan tersebut.

Pemberlakuan Keputusan Gubernur DKI Jakarta 891 ini juga, mencabut Kepgub No 980 Tahun 2020 mengenai Prosedur Pengelolaan Isolasi Terkendali dalam Rangka Penanganan Covid-19.

Setelah itu Kepgub DKI Jakarta No 721 Tahun 2021 mengenai perubahan atas Kepgub No 980 Tahun 2020 tentang Prosedur Pengelolaan Isolasi Terkendali dalam Rangka Penanganan Covid-19.

Serta Kepgub No 762 tahun 2021 mengenai Lokasi Isolasi dalam Rangka Penanganan Covid-19.

Bersumber pada Lampiran Kepgub No 675 Tahun 2021 tercantum ada 184 lokasi isolasi dalam rangka penanganan Covid-19 dengan total kapasitas mencapai 26.134 yang terdiri dari Rusun, Masjid, GOR, sekolah, RPTRA, hingga rumah dinas pejabat lurah maupun camat.

Saat dikonfirmasi pada Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Kamis malam, menjelaskan bahwa benar DKI Jakarta melakukan penambahan tempat isolasi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

“Iya tambah kebutuhan tempat isolasi kemudian kita tingkatkan, karena kita mesti mengantisipasi kemungkinan terburuk. Jadi pemerintah itu wajib mempersiapkan kemungkinan termasuk kemungkinan terburuk terjadinya lonjakan, rumah sakit, laboratorium, oksigen, vitamin, obat, nakes, termasuk tempat isolasi,” ujarnya.

Terkait rumah dinas lurah serta camat, Riza menambahkan jika pihaknya menyiapkan semua tempat isolasi yang memungkinkan untuk dijadikan lokasi tempat isolasi.

“Semua tempat yang memungkinkan untuk jadi tempat isolasi kita persiapkan tentu ada tahapan-tahapan mana yang jadi prioritas sesuai dengan syarat-syarat yang ada,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta No 675 Tahun 2021 mengenai lokasi isolasi terkendali milik Pemprov DKI Jakarta untuk penanganan pasien Covid-19 berkapasitas 8.249 orang. (mg2)

Sponsored Content
Back to top button