Headline

MAKI Pantau Sidang Kasus Dugaan Korupsi Masker di Banten

INDOPOSCO.ID – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terus memantau proses persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan masker di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tiplikor), Serang, Provinsi Banten.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman mengatakan, pihaknya menghormati proses persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan masker di Provinsi Banten yang diduga telah merugikan negara Rp1,68 miliar.

“Saya mulai memantau apa yang (menjadi substansi) dari kasus tersebut. Prinsipnya, pengadaan barang dan jasa itu adalah nilai wajar dan menguntungkan negara serta barangnya bagus. Itu akan diperoleh kalau dilakukan tender yang kompetitif dan transparan. Tetapi kalau tendernya diatur, diarahkan atau dikunci, ya sama saja bohong,” ujar Boyamin kepada Indoposco.id melalui pesan suara WhatsApp, Kamis (12/8/2021).

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi pengadaan masker KN95 senilai Rp3,3 miliar pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menyeret tiga terdakwa yakni Lia Susanti selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinkes Banten dan dua terdakwa dari pihak swasta yakni Agus Suryadinata dan Wahyudin Firdaus.

Dalam persidangan terungkap bahwa terjadi perubahan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari Rp70 ribu per pieces menjadi Rp220 ribu per pieces.

Boyamin mengatakan, dalam setiap pengadaan, pihaknya tidak mempermasalahkan di mana pun, dalam keadaan bencana ini, dilakukan penunjukan langsung tanpa tender. Karena memang boleh melakukan pengadaan barang tanpa tender dalam keadaan bencana.

“Namun, prinsip bahwa itu untuk menguntungkan negara, artinya harganya wajar pada saat itu, tetap harus menjadi ideologi dari pemberi kerja dan pimpinan proyek atau pemborongnya. Jadi, prinsipnya harus memberikan harga wajar pada saat itu, meskipun itu tanpa tender. Intinya menguntungkan negara, jangan merugikan negara,” ujarnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button