Nasional

MAKI Minta KPK Tak Perlu Ragu Tetapkan Azis Syamsuddin sebagai Tersangka

INDOPOSCO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai ragu dalam menghadapi dan menetapkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin sebagai tersangka.

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, kepada Indoposco.id, Rabu (15/9/2021) mengatakan semestinya KPK tak perlu lagi ragu dalam menetapkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin sebagai tersangka.

Pasalnya nama Azis mencuat sebagai pemberi suap terhadap bekas penyidik KPK, dalam dakwaan penyidik KPK yang jadi makelar kasus, Stepanus Robin Pattuju. MAKI juga menilai bahwa politikus Partai Golkar tersebut menjadi perantara antara Stepanus dan pihak berperkara.

Berita Terkait

“Jadi setidaknya ada tiga itu. Nah, kalau nanti konstruksi dakwaan itu diperkuat dalam persidangan kesaksian dan bukti sebenarnya harusnya KPK tidak ragu lagi minimal ditemukan dua alat bukti untuk menyidik dan menetapkan tersangka AS,” kata Boyamin.

Selain itu, Boyamin juga mengatakan dari konstruksi pemberian dan perkenalan yang diungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, semestinya komisi antirasuah tersebut bisa mendapatkan kepastian keterlibatan Azis dari saksi yang dihadirkan, bukti dokumen, hingga bukti percakapan pesan singkat maupun telepon.

“Jadi KPK tidak boleh menuangkan nama-nama orang dalam dakwaan tapi tidak didukung alat bukti,” ujarnya.

Meski begitu, Boyamin mengaku pihaknya tetap akan menunggu jalannya persidangan apalagi sebagai masyarakat semua pihak harus mematuhi azas praduga tak bersalah.

“Kalau seperti ini, nanti kita minta pertanggungjawaban ketua KPK bagaimana bisa meloloskan dakwaan yang ternyata tidak didukung alat bukti,” tegasnya.

Untuk diketahui, nama Azis Syamsuddin muncul dalam kasus dugaan suap penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai tahun 2020-2021, M. Syahrial dengan terdakwa Stepanus Robin Pattuju selaku mantan penyidik KPK.

Terdakwa Robin terungkap menerima uang dari sejumlah pihak, salah satunya Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin.

Dalam petikan dakwaan, Robin bersama-sama Maskur Husain sejak Juli 2020 sampai April 2021 bertempat di rumah dinas Azis di Jakarta Selatan; di rumah makan Mie Balap di Kota Pematangsiantar; di penginapan Tree House Suite, Jakarta Selatan; di sebuah rumah makan di Dago, Kota Bandung; di Puncak Pass, Kabupaten Bogor dan di Lapas Kelas IIA Tangerang, Kota Tangerang telah menerima hadiah atau janji berupa uang Rp 11.025.077.000 dan 36 ribu dolar AS.

“Atau setidak-tidaknya sejumlah itu, yakni masing-masing dari M. Syahrial Rp 1.695.000.000, Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado Rp 3.099.887.000 dan 36 ribu dolar AS, Ajay Muhammad Priatna Rp 507.390.000, Usman Effendi Rp 525.000.000, dan Rita Widyasari Rp 5.197.800.000,” bunyi petikan dakwaan tersebut.

Pemberian uang itu dilakukan agar terdakwa Robin dan Maskur Husain membantu mereka terkait kasus atau perkara di KPK. (dam)

Sponsored Content
Back to top button