Nasional

Lulusan PT Belum Sesuai Kebutuhan DUDI, Pemerintah Bentuk Konsorsium iHiLead

INDOPOSCO.ID – Tujuh perguruan tinggi (PT) nasional dan tiga perguruan tinggi asing membentuk konsorsium Indonesia Higher Education Leader (iHiLead). Sasaran akhir dari konsorsium ini adalah agar lulusan perguruan tinggi semakin mampu menjawab kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Tujuh perguruan tinggi Indonesia tersebut adalah President University, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Islam Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Semarang, Universitas Padjajaran dan STIE Malangkucecwara.

Sementara, tiga perguruan tinggi asing terdiri dari University of Gloucestershire, International School for Business and Social Studies (ISBSS) dari Slovenia, dan University of Granada dari Spanyol. “Kami terus berupaya untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi agar selaras dengan kebutuhan industri,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Nizam dalam acara daring (3/3/2021).

Ia menjelaskan, program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) memberikan kemerdekaan bagi mahasiswa untuk mengikuti program magang di perusahaan-perusahaan. Kampus Merdeka, menurutnya, memiliki sembilan kegiatan seperti pertukaran mahasiswa, magang, mengajar di sekolah.

Lalu, penelitian, membangun desa, studi/proyek mandiri, kewirausahaan mahasiswa, proyek kemanusiaan dan military service/komp cadangan. “Dengan program ini begitu lulus mahasiswa langsung siap kerja, bukan lagi siap latih. Program ini diharapkan mampu meningkatkan serapan lulusan perguruan tinggi di pasar tenaga kerja,” katanya.

Menurut Nizam, selama ini banyak keluhan dari kalangan dunia usaha mengenai kualitas lulusan perguruan tinggi yang tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Selain itu, masih banyak materi kuliah yang diajarkan di kampus tidak sejalan lagi dengan kebutuhan DUDI.

Untuk itu, Nizam meminta perguruan-perguruan tinggi di Indonesia untuk merombak sistem pendidikannya dari pola Industri 3.0 ke pola Industri 4.0, atau bahkan industri 5.0. “Perguruan tinggi Indonesia harus semakin adaptif dan berani mendisrupsi dirinya sendiri. Apalagi perubahan dunia sangat cepat dan kompleks,” tegas Nizam.

Nizam menyambut baik upaya dan langkah-langkah yang akan dilakukan oleh konsorsium iHiLead dalam meningkatkan kapasitas pemimpin dan kepemimpinan perguruan tinggi di Indonesia. Apalagi sasaran akhir dari upaya ini adalah untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi di Indonesia, sehingga selaras dengan kebutuhan DUDI.

“Apa yang digagas konsorium iHiLead juga selaras dengan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang dilakukan Kemendikbud,” tegasnya.

“Setelah berhasil diterapkan pada 7 perguruan tinggi nasional, rencananya model serupa akan disebarluaskan ke berbagai perguruan tinggi seluruh di Indonesia,” imbuhnya. (nas)

Sponsored Content
Back to top button