Nasional

Limbah B3 Medis Meningkat, KLHK Bangun Enam Fasilitas Pengelolaan

INDOPOSCO.ID – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menuturkan masa pandemi Covid-19 sampah medis golongan limbah B3 infeksius menjadi masalah serius.

“Ini (sampah B3 infeksius) muncul karena sebagai bagian pelindung diri menghadapi virus Covid-19,” ujar Siti Nurbaya Bakar dalam acara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021, Senin (22/2/2021).

Ia mengatakan, KLHK telah mengeluarkan surat edaran 2/2020 terkait pengelolaan limbah B3 infeksius. Ini menjadi pedoman pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) dalam mengelola limbah B3 infeksius. “Limbah ini di antaranya dikategorikan limbah B3 infeksius dari fasyankes dan rumah tangga tempat isolasi mandiri,” bebernya.

Ia menegaskan, limbah B3 infeksius meningkat 30 persen. Di Indonesia terdapat 2867 rumah sakit (RS) dengan timbulan sampah 383 ton per hari. Sementara jumlah RS yang memiliki izin pengelolaan limbah B3 hingga Februari 2021 terdapat 120 fasilitas dengan kapasitas 75 ton per hari.

“Perusahaan jasa pengelolaan limbah B3 juga meningkat jadi 20 perusahaan 384 ton per hari. Namun sebaran yang belum merata menjadi kendala bagi fasyankes di wilayah yang terbatas fasilitas pengelolaan limbah B3 medis,” terangnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button