Nasional

LAPAN: Masyarakat Perlu Paham Mitigasi Kebencanaan

INDOPOSCO.ID – Peneliti Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Erma Yulihastin mengatakan, muncul siklon tropis terjadi selama suhu permukaan laut menghangat, maka akan terbentuk siklon. Apalagi permukaan laut tersebut memiliki suplai kelembaban dan memiliki energi untuk membentuk siklon.

“Daerah konvergensi saat ini ada di Utara dan Selatan Indonesia,” ujar Erma Yulihastin melalui gawai, Kamis (15/4/2021).

Ia menjelaskan, untuk bulan April terjadi khusus di perairan di wilayah Indonesia Timur. Sementara untuk wilayah Selatan Indonesia yang meliputi Pulau Jawa dan sekitarnya terjadi pada bulan Desember hingga Februari.

“Siklon ini (Selatan) banyak dikontrol oleh aliran dari Utara (Selat Karimata atau Laut China Selatan),” katanya.

Untuk siklon tropis, dikatakan Erma terjadi sepanjang peralihan musim di bulan April hingga Mei. Namun di bulan Mei mendatang frekuensinya tidak sekuat di bulan April.

“Saya kira penting kita lakukan mitigasi kebencanaan baru. Apalagi kita sudah mengetahuinya,” ucapnya.

Mitigasi kebencanaan baru siklon tropis tersebut, menurut Erma dengan memberikan informasi level-level siklon tropis kepada masyarakat. Hal ini agar mudah dipahami oleh masyarakat.

“Ini perlu agar mudah dipahami oleh masyarakat. Karena, bencana ini menimbulkan multiplayer hidrometeorologi (ada angin kencang, banjir bandang, gelombang tinggi hingga hujan deras),” bebernya.

Dengan bencana hidrometeorologi tersebut, masih ujar Erma perlu dilakukan pemetaan. Dari mulai titik siklon tropis dan lainnya. Dan pendekatannya seperti penanganan tsunami. (nas)

Sponsored Content
Back to top button