Nusantara

Kurangnya Edukasi, Vaksinasi Covid-19 bagi Penyandang Disabilitas Alami Kendala

INDOPOSCO.ID – Vaksinasi Covid-19 bagi para penyandang disabilitas di Banten mengalami sejumlah kendala di lapangan.

Salah satu kendala di antaranya, kurangnya edukasi mengenai pemahaman dan pentingnya vaksinasi Covid-19 bagi penyandang disabilitas, sehingga mereka merasa takut akan vaksinasi dan tidak mau datang ke lokasi vaksinasi.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Sosial Banten, Budi Dharma, kepada INDOPOSCO, Kamis (1/9/2021.

anymind

Ia mengatakan, kendala lainnya adalah banyaknya hoaks yang beredar di masyarakat bahwa setelah divaksin akan memperpendek usia hidup bahkan menyebabkan kematian.

“Kami mengalami ketika ke lapangan melakukan home visit (kunjung ke rumah) penyandang disabilitas. Ada yang kabur saat akan divaksinasi. Ada yang menolak divaksin bahkan ada beberapa yang melawan petugas,” ujar Budi.

Budi menjelaskan, untuk vaksinasi penyandang disabilitas melibatkan banyak instansi terkait di antaranya Dinas Kesehatan Banten dan Dinas Kesehatan kabupaten/kota, Dinas Sosial Banten dan Dinas Sosial kabupaten/kota, Dinas Pendidikan Provinsi Banten (untuk Sekolah Khusus/SKh), organisasi/komunitas penyandang disabilitas dan lain-lain.

Ia mengatakan, penyandang diabilitas merupakan kelompok rentan dengan populasi yang cukup banyak. Diperlukan koordinasi dan kolaborasi yang sinergis dalam percepatan pelaksanaan vaksinasi bagi penyandang disabilitas.

“Untuk vaksinasi para penyandang disabilitas di Provinsi Banten jumlah sasarannya mencapai 18.166 orang. Vaksin yang digunakan adalah Sinopharm,” kata Budi.

Budi mengungkapkan, untuk vaksinasi dosis pertama bagi penyandang disabilitas di Provinsi Banten hingga 31 Agustus 2021 telah mencapai 33 persen atau sebanyak 6.059 orang.

“Vaksinasi dosis kedua per 31 Agustus 2021 baru mencapai 163 orang atau 1 persen dari jumlah sasaran 18.166 orang,” ujarnya.

Menurur Budi, kalau melihat capaian vaksinasi baik dosis satu maupun dosis dua, baru mencapai 17 persen.

“Yah masih relatif rendah. Karena itu, perlu dilakukan sosialisasi secara terus menerus sehingga mereka benar-benar paham pentingnya vaksinasi Covid-19,” ujarnya. (dam)

Sponsored Content
Back to top button