Nasional

KPU Harus Petakan Wilayah Rawan Pelanggaran Pemilu

INDOPOSCO.ID – Waktu pelaksanaan Pemilu 2024 dan Pilkada Serentak tinggal beberapa bulan lagi. Butuh kerja keras untuk mensukseskan pelaksanaan pesta demokrasi tersebut. Pernyataan tersebut diungkapkan Pengamat Politik Jerry Massie melalui gawai, Minggu (6/6/2021).

Menurut dia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus bekerja keras dalam menjalani tahapan Pemilu serentak dan Pilkada 2024. Apalagi pelaksanaannya tinggal beberapa bulan lagi. “Ada tahapan logistik dan koordinasi. Jangan kemudian pelaksanaannya terkendala soal budgeting atau cost,” ungkapnya.

Ia mengatakan, butuh sosialisasi masif agar pelaksanaan pemilu bisa berjalan profesional. Selain itu untuk mencegah timbulnya pelanggaran-pelanggaran. “Agak sulit, dalam satu tahun ada dua atau tiga agenda. Bagaimana kesiapan logistik (kertas dan kotak suara, red) dan daftar pemilih tetapnya (DPT)?” katanya.

Ia menilai kajian mendalam pelaksanaan Pemilu 2024 dan Pilkada Serentak harus dilakukan. ”Ini baik menyangkut anggaran petugas TPS hingga sanksi-sanksi pelanggaran,” ucapnya.

Dia mengingatkan, daerah atau zona rawan pelanggaran harus dipetakan. Selain penguatan di daerah dan orientasi harus jelas, terkonsep, terarah, dan terukur. “Hindari politisasi Pileg dan Pemilu. Untuk itu perlu dilakukan pemetaan wilayah rawan pelanggaran,” ujarnya. (nas)

Ketua KPU Provinsi Jambi M Subhan dan Komisioner KPU Provinsi Jambi saat pleno penetapan hasil perolehan suara PSU Pilgub Jambi. Foto : Antara/Muhamad Hanapi

Sponsored Content
Back to top button