Nasional

KPK Kembali Periksa 16 Saksi untuk Kasus TPPU Mantan Bupati Probolinggo

INDOPOSCO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara maraton memeriksa saksi untuk melengkapi berkas perkara tersangka kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin.

“Hari ini (14/10/2021) pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi (TPK) terkait seleksi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun 2021, dugaan gratifikasi dan TPPU untuk tersangka Puput Tantriana Sari,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Kamis (14/10/2021).

Ali mengatakan pemeriksaan 16 saksi itu dilakukan di Polres Probolinggo Kota, atas nama Heri Mulyadi (Kabag Umum Pemda Probolinggo); Djuwairiyah (ibu rumah tangga); Ahmad Khotib ( petani); Ja’far Shodiq Assegaf, Habis Shdiq (penjual sarung); Syaifudin Zuhri (Kasi Perpindahan dan Mutasi Badan Kepegawaian Daerah Probolinggo); Bin Sofiah (Bendahara Pada Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo); Yayadi (Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo).

Selanjutnya, Mahmud ( Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi Ternak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan); Drh. Novita Dwi Setyorini (Kepala Bidang Keswan, Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan; Rury Priyanti (Staf Perencana Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan an dan Keuangan); Bambang Singgih Hartadi (Kabid Lalu lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo).

Selain itu, Lita Mahanani (Inspektur Pembantu Bidang Keuangan dan Aset Inspektorat Kabupaten Probolinggo); Mujoko (Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dines Kesehatan Pemda Kabupatej Probolinggo); Faradina Salamah (dokter); Dwi Agus Hariyanto (swasta/Wakil Kepala Bidang Politik PDIP Probolinggo) dan Nuke dari pihak swasta.

Untuk diketahui KPK menetapkan status terbaru eks Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin sebagai tersangka gratifikasi dan TPPU.

Sebelumnya, pasangan suami istri itu terjerat OTT (operasi tangkap tangan) kasus jual beli jabatan kepala desa.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button