Nusantara

Kota Tangerang Masih Zona Merah, PPKM Kembali Diperpanjang

INDOPOSCO.ID – Kota Tangerang hingga kini masih berstatus zona merah penyebaran Covid-19. Meski kasus Covid-19 di Kota Tangerang kini sudah jauh berkurang dibanding masa PPKM Darurat di bulan Juli 2021 lalu.

Karena itu Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyatakan siap melanjutkan pelaksanaan Pemberlakukan Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang kembali diperpanjang hingga 23 Agustus 2021.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah menjelaskan, sampai saat ini Kota Tangerang masih menerapkan peraturan PPKM Level 4.

“Hingga kini sebenarnya kasusnya sudah turun. Namun karena target testing di Kota Tangerang yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebesar 4.800 orang per hari masih belum terpenuhi. Maka levelnya masih belum turun di samping kita juga masuk dalam wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek),” ujar Arief melalui keterangan tertulis, Selasa (17/8/2021).

Arief mengungkapkan, pihaknya baru bisa mencapai testing Covid-19 bagi 3.000-an orang per hari. Di samping situs “Si Lacak” yang dimiliki Pemkot Tangerang masih kurang berfungsi maksimal lantaran adanya hambatan sinyal yang kurang baik untuk masyarakat mengakses aplikasi tersebut.

“Jadi, servernya (Si Lacak) lemot. Jadi teman-teman harus menginput sampai malam itu yang jadi kendala kita juga dalam menentukan pasien positif di Kota Tangerang. Dan ke depan akan terus kita perbaiki. Harapannya akan bisa menurunkan level PPKM di Kota Tangerang kedepannya,” ujarnya.

Sementara terkait tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit yang ada di Kota Tangerang, menurut Arief, menurun signifikan hanya 30,82 persen atau di bawah ketentuan 50 persen yang diisyaratkan Kemenkes.

“BOR di Kota Tangerang ini karena PPKM Level 4 memang turun terus cukup signifikan. Saat ini angkanya sudah 30.82 persen. Fakta ini berbanding terbalik dibanding BOR di awal Juli yang sempat menyentuh 93 persen,” ujarnya.

Sementara untuk BOR Intensive Care Unit (ICU), kata Arief, saat ini masih ada di angka 51,25 persen dan akan terus berupaya turunkan. (dam)

Sponsored Content
Back to top button